Sebagai instansi teknis yang mengurusi kepegawaian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) seringkali dijadikan lahan mencari keuntungan pribadi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Banyak sudah penipuan via pesan singkat (SMS) yang mengatasnamakan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Nabire.
Awass..! dan berhati-hatilah atas penipuan yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan BKD Nabire. Bahkan oknum tidak bertanggung jawab itu tidak segan-segan mencatut (mengunakan) nama pegawai di instansi itu.
Sejauh ini sudah banyak korban telah kehilangan banyak uang karena tergiur janji dan ulah oknum itu. Sekretaris BKD, Drs.Subiyantono mengatakan, BKD tidak pernah menginformasikan lewat SMS. Bila ada hal yang perlu disampaikan, BKD akan mengirim surat resmi bukan dengan mengirim SMS.
“BKD tidak pernah menyampaikan informasi utamanya pada kepala-kepala sekolah apalagi yang sifatnya penting melalui SMS. Dalam menyampaikan informasi, BKD selalu mengirim surat resmi,” ungkapnya.
Oleh karena itu, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya pegawai honorer apabila ada informasi lewat SMS dan mengatasnamakan BKD untuk tidak langsung menindaklanjutinya tetapi mengklarifikasi, mencari kebenaran informas itu langsung di Kantor BKD Nabire.
Terkait SMS yang berbunyi “Kepada yth kepala sekolah tolong untuk data guru honorer yang masa kerja 3 tahun diatas, tolong SMS kesini, nama lengkap, tamatan, asal sekolah dengan nomor HP masing-masing honorer, dari BKD Nabire.
Sekretaris BKD menegaskan, SMS itu bukan dari BKD karena BKD tidak pernah melakukan mengumpulan data itu. Bila diperlukan BKD akan menyurat kepada kepala-kepala sekolah bukan dengan mengirim SMS.
Oknum yang tidak bertangung jawab itu bahkan tidak segan-segan untuk mencatut nama pejabat BKD Kabupaten Nabire dan salah satu nama yang diklaim adalah Kabid Pengembangan Karier BKD, Adriyanto.
Saat dikonfirmasi, Kabid Pengembangan Karier BKD Kabupaten Nabire, Adriyanto Juwandani, secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah membuat apalagi mengirim SMS seperti itu.
“Itu tidak benar, saya tidak pernah membuat apalagi mengirim SMS seperti itu,” ungkapnya.
Adriyanto bahkan menyatakan bahwa SMS itu ada yang dikirim kepada dirinya dan oknum itu menyebut namanya Kabid Pengembangan Karier BKD Kabupaten Nabire, Adriyanto.
“Saya tidak punya Nomor HP (085212207353) yang digunakan untuk mengirim SMS, dan nomor ini yang dipakai untuk mengirim SMS ke saya dan mengaku nama saya,” terangnya seraya menambahkan, aneh bin ajaib dan lucu rasanya bila orang itu SMS ke saya dan mengaku Kabid Pengembangan Karier BKD, padahal, ya saya sendiri Kabid Pegembangan Karier itu,” katanya.
Saat ditanya apakah dirinya merasa terganggu dengan SMS itu, Adryanto mengatakan, bukan hanya terganggu tetapi dirinya merasa dicemarkan nama baiknya. “Saya merasa terganggu, dirugikan karena merasa nama baik saya telah dicemarkan dengan SMS yang mengatasnamakan saya itu. Bagaimana dia bisa mengatasnamakan saya kalau yang di SMS itu saya sendiri,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kabid Pengembangan Karier BKD Nabire juga menghimbau kepada kepala-kepala sekolah, pegawai honorer dan agar tidak mudah percaya dengan SMS yang dikirim dan tergoda dengan janji manis oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan BKD, apalagi dengan menyebut nama pegawai BKD.
“Kroscek dulu informasi lewat SMS atau isu yang berkembang, jangan langsung ditindaklanjuti, datang ke BKD Kabupaten Nabire untuk mencari kebenaran informasi dan isu tersebut,” pungkasnya.
Tinggalkan Komentar