INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu Pagi 9 Agustus 2015 Di Jemaat GKI Paulus Sanoba Pantai Nabire

Ibadah Minggu Pagi 9 Agustus 2015 Di Jemaat GKI Paulus Sanoba Pantai Nabire

c

(Dok.GKI Siloam Sanoba)

Jika kepada kita ditanya penahkah kita mencari Tuhan Allah dalam hidup ini ? Pasti kita akan berkata bahwa ya kita mencari Allah di dalam doa kita dan juga kehadiran kita didalam rumah ibadah. Sebagaimana Firman Tuhan dalam Matius 7:7 “Mintalah,maka akan diberikan kepadamu, carilah, maka kamu akan mendapat, ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” Dengan demikian maka kata-kata fotum dan salam yang didampaikan oleh pelayan diatas mimbar-pun menunjukan k.ehadiran Allah.

Demikian kutipan khotbah ibadah minggu pagi 9 agustus 2015 di Jemaat GKI Paulus Sanoba Pantai Nabire, yang dipimpin oleh Pdt.Linda Upessy S.Th M.Pd.

Mengangkat pembacaan Firman dari Kitab Yesaya 58:1-12 dengan perikop “Kesalehan yang palsu dan sejati”, Pdt Linda Upessy menekankan arti pentingnya doa.

“Mengapa ibadah dan doa kita tidak didengar oleh Allah ? Ayat 1 “serukanlah kuat-kuat jangan tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritakanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa meraka!

Dengan jelas dikatakan bahwa karena pelanggaran dan dosa sehingga Allah tidak berkenan akan ibadah dan juga doa umat Israel bahkan kita semua.

Pada ayat 2 dan 3 dalam pembacaan Firman Tuhan saat ini merupakan penjelasan dari ayat 1. Puasa bagi orang kristen sangatlah penting sebagaimana di jelaskan dalam pasal 6 dan 7 bahwa puasa yang benar dan di kehendaki oleh Allah adalah bahwa kita harus membuka belenggu kelaliman dan  melepaskan tali-tali kuk, memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk serta memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa kerumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabilah engkau melihat orang telanjang supaya engkau memberikan dia pakaian.

Itulah perbuatan yang berkenan kepada Allah sehingga Ia selalu mendengar setiap Ibadah dan doa kita.

Maksud Allah bahwa ibadah kita tidak terbatas hanya mencari Dia pada waktu-waktu ibadah, baik di hari minggu maupun pada ibadah-ibadah unsur yang kita laksanakan, tetapi ibadah yang berkenan kepada Allah adalah menyangkut seluruh hidup kita.

Sebagai upaya dari ibadah yang kita jalani dengan benar dan berkenan kepada Allah maka jawabannya akan kita dapati pada ayat 8-12 pembacaan Firman Tuhan saat ini dimana dikatakan bahwa terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliahan Tuhan barisan belakangmu. Pada waktu itu ekngkau memanggil Tuhan dan dia akan menjawabmu, engkau akan berteriak minta tolong dan Dia akan berkata: ini Aku!

Bagian Firman Tuhan ini-pun di tujukan kepada kita, bahwa semakin  banyak gedung gereja dibangun dan juga jumlah orang percaya tetapi kejahatanpun semakin bertambah bahkan jemaat sulit berkembang, patut menjadi perenungan bagi kita. Dalam kedudukan kita sudahkah kita mencari Tuhan dengan segenap hati kita dalam panggilan kita masing-masing dengan memberi diri melayani dengan hati serta hidup kita, ataukah kepentingan kita masing-masing kita bawa kedalam pelayan kita ?

Kalau kepentingan kita yang kita utamakan maka Allah tidak akan berkenan akan semua ibadah dan juga doa kita.

Bagian ini tidak dimaksudkan untuk menekankan kepada kita bahwa ibadah kita tidak penting, tetapi yang tepat adalah ibadah sangat penting jika dilakukan sesuai dengan kehendak Allah.

Ketika kita ingin berada dalam berkat Tuhan maka kita harus membawa hati dan seluruh hidup kita kepada Tuhan agar supaya yang kita lakukan dalam hidup kita menjadi kesaksian dan berkat bagi banyak orang.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.