Ratusan Jemaat Gereja Kemah Injil (KINGMI), Klasis Nabire merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 KINGMI Papua dengan ibadat syukuran, di Gereja Efata, Kelurahan Karang Tumaritis Nabire, Sabtu, (6/4/13).
Pendeta Yance Nawipa dalam kotbahnya pada HUT bertema “Menjadi Gereja Penabur Benih” itu mengajak umat untuk merefleksikan kehidupan orang Israel di masa lalu dan konteks orang Papua saat ini. Ia juga menawarkan pendidikan anak dan keluarga sebagai pohon kehidupan.
“Orang Israel di masa lalu bisa keluar dari perbudakan hanya karena iman. Sekarang, orang Papua telah menerima gereja sejak puluhan tahun lalu. Tetapi, tiap saat kita bisa lihat berbagai persoalan sosial dan politik yang tidak mencerminkan iman,”kata Yance. Lebih konkret, kata Yance, judi togel, minuman keras, curang dalam Pilkada, korupsi, baku pukul, baku bunuh, saling jual-menjual, perceraian, seks bebas, dan lainnya adalah bukti iman kita masih lemah. “Semua ini merajalela karena kita tidak punya iman. Datang ke gereja hanya sebagai kewajiban sebagai orang kristen, bukan menghayati iman untuk membawa dalam kehidupan nyata. Gereja itu tempat kita belajar tentang hidup,”katanya.
Ia juga soroti pelanggaran hak asasi manusia, dominasi ekonomi, penerapan hukum yang lemah, pengurasan sumber daya alam, dan hal lain di Papua. Kata dia, semua itu dapat teratasi dengan iman dan persatuan yang kuat dalam Kristus. Juga, dengan menanam benih kehidupan. “Menanam benih kehidupan itu ada dua. Pertama, keluarga. Jangan rusak keluarga. Suami dan istri harus bersatu membangun iman dan jadikan keluarga sebagai tempat pembangunan persahabatan. Lalu kedua, pendidikan anak,”katanya. Pendeta Yance Nawipa menghimbau, jangan lepaskan anak-anak seharian pergi main dan pulang malam. “Kalau sudah jam tujuh ajak keluarga berdoa dan makan bersama di rumah. Setelah makan, tuntun anak-anak untuk belajar. Ia (anak) itu kalau kita didik dan arahkan baik akan menjadi pembawa berkat bagi keluarga dan bangsa,”kata dia.
Perayaan HUT dihadiri sejumlah pejabat pemerintah di Nabire, termasuk Bupati Nabire, Isaias Douw. Tampak juga, Ayub Kayame, Bupati Karateker Mamberamo Raya. Dalam sambutannya, Bupati Nabire menekankan, pentingnya peran gereja dalam pembangunan, khususnya dalam membangun iman dan pesan-pesan keamanan dan kedamaian di tanah Papua.
“Peran gereja penting. Saya dibesarkan oleh gereja dan saya tahu peran gereja. Gereja itu tempat orang belajar banyak hal, terutama tempat membina iman. Maka, gereja juga bertanggung jawab untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan kedamaian di tanah Papua. Ini untuk semua gereja di tanah Papua,”ajaknya. Kata dia, kalau wilayah aman semua pihak bisa bekerja dengan baik. “Kalau aman, pemerintah bisa bekerja baik dan gereja juga kerja baik. Kita bisa ke pasar untuk belanja dan jualan. Juga, bisa jalan ke mana-mana tanpa rasa takut,”katanya mengajak.
Usai perayaan, Ketua Klasis, Pendeta Thomas Degei mengatakan, kepuasannya atas perayaan yang meriah itu. “Saya senang, acara meriah dan disiarkan langsung oleh RRI dan dihadiri oleh ribuan jemaat kami. Saya harap semangat ini terus dipertahankan ke depan,”kata Degei. Thomas menjelaskan, Klasis Nabire adalah klasis induk. Ia telah menjadi tiga klasis saat ini, yaitu Klasis Nabire, Klasis Wanggar, dan Klasis Ditome. Saat ini, klasis Nabire memiliki 11 gereja besar, 1 gereja sedang dan 8 gereja kecil dengan jumlah umat 5.283 jiwa. Pekerja gereja berjumlah 41 orang (pendeta 21 orang dan penginjil 20 oran
Tinggalkan Komentar