Bendahara Umum Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) sekaligus seorang pengusaha penambangan emas berizin di wilayah Matimi, Distrik Nabire Timur, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, Ny. Mery Yoweni mengaku dirinya mampu meraup keuntungan Rp200 Juta/bulan.
“Rp200 Juta/bulan merupakan keuntungan bersih, setelah semua sektor dibayar antara lain gaji karyawan, operasional dan lain-lain,” ujar Ny. Mery Yoweni ketika ditanya wartawan di Abepura, Kota Jayapura, belum lama ini menjelaskan pihaknya mampu menghasilkan emas sampai 7 kilo sebulan, dengan pembagian 90%-10% antara pemilik dan karyawan. 10% setara 7 Ons emas. 1 Ons emas Rp30-an Juta.
Menurut Ny. Mery Yowena, pihaknya memiliki izin untuk usaha penambangan emas yang dikeluarkan Pemerintah Daerah Nabire, dengan persyaratan membayar pajak setiap tahun.
Dijelaskan Ny. Mery Yoweni, pihaknya telah melakukan upacara pelepasan adat bersama masyarakat setempat, sebelum memulai usaha penambangan emas di wilayah Matimi, Distrik Nabire Timur.
“10% dari keuntungan diberikan kepada masyarakat setempat merupakan suatu model, yang bakal dilakukan KAPP periode mendatang,” kata dia.
Sebagaimana diwartakan, kepengurusan KAPP terbentuk pada 2006, dilantik Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH., di Hotel Nam Center, Jakarta, Juni 2013. Kepengurusan KAPP ada di 28 kabupaten/kota di seluruh Papua.
Tinggalkan Komentar