Median jalan atau jalur hijau yang memisahkan jalan dua jalur di sejumlah ruas jalan dalam kota, telah dibangun baru. Di sejumlah titik pembangunan kembali median jalan sudah rampung, dan telah ditimbun rata. Hanya saja terlihat materi timbunan terdiri dari pasir dan batu kerikil, bukan tanah. Bukankah nantinya di atas median ini akan ditanam bunga maupun pepohonan ? Atau saat finishing nanti akan ada timbunan tanah lagi untuk keperluan penanaman pohon ?
Salah seorang warga dalam komentarnya mengakui bahwa pembangunan median jalan yang kini terlihat lebih kokoh dan tinggi itu memang semakin membuat kota terlihat cantik. Tak hanya itu, dengan tingginya median jalan ini juga akan menghambat para pengendara motor yang ‘nakal’ yang selama ini sering memotong jalan dengan melanggar median jalan. Dengan tingginya median jalan, otomatis para pengendara motor tidak bisa lagi melintas di atas median jalan.
Namun demikian, tuturnya, dari pantauannya bahwa materi yang digunakan untuk menimbun median adalah material pasir dan batu kerikil. Menurut pendapatnya, akan lebih baik jika material timbunan itu adalah tanah liat. Agar di media ini nantinya ketika ditanami pepohonan bisa lebih subur.
“Mungkin pembangunan ini belum selesai, dan mungkin nanti ada penimbunan tanah di media itu. Kalau menurut saya lebih baik kalau timbunannya tanah, supaya diatasnya kalau mau dibuat taman atau tanaman lainnya bisa tumbuh lebih subur. Kalau timbunannya bebatuan saja jangan sampai ada tangan-tangan usil ambil batu untuk tindakan negatif,” usul salah seorang warga.
Tinggalkan Komentar