Sebagai Lembaga Penyiaran Publik, Radio Republik Indonesia (RRI) terus meningkatkan kapasitas kualitas penyiarannya, sehingga informasi publik dapat tersampaikan secara baik. Seiring kemajuan zaman, saat ini RRI dan seluruh angkasawan di dalamnya bertekad menegakkan penuh independensinya.
Demikian kata sambutan Direktur Utama LPP RRI Dra Niken Widiastuti MSi yang dibacakan Kepala LPP RRI Nabire A.Randy T.S.M. Wuisang, S. Sos dalam peringatan ke-69 Hari Radio di LPP RRI Nabire jalan Merdeka, Kamis (11/09). Acara ini bertema ‘Peran Strategis LPP RRI Sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa’.
“Pesan besar dari tema tersebut adalah untuk meneguhkan posisi RRI di dalam bangsa,” tandas Randy Wuisang. Menurutnya, sebagai Lembaga Penyiaran Publik, RRI tidak memihak salah satu partai politik, aliran kepercayaan, keyakinan atau ideologi politik tertentu.
Justru, lanjut kata Randy Wuisang, keberpihakkan RRI adalah kepada kebenaran dan empat konsensus bangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia (NKRI). Apalagi, RRI sebagai bagian perjalanan bangsa, berkembang dan maju bersama NKRI.
Dikatakan Saraswati, melalui tekad Tri Prasetya dan prinsip penyiaran publik, RRI bertekad mewujudkan sebagai radio berjaringan terluas, pembangunan karakter bangsa dan berkelas dunia. Melalui penyiaran ini pula, merekatkan keberagaman dan memperkokoh persatuan dan kesatuan.
Peringatan ke-69 Hari Radio diisi serangkaian acara, mulai dari upacara bendera, perlombaan intern karyawan, sampai pemberian penghargaan kepada insan yang berjasa kepada RRI.
Tinggalkan Komentar