Perayaan Jubelium 50 tahun gereja Kingmi di Teluk Cenderawasih, baru-baru ini dilaksanakan bentuk dalam suatu ibadah syukur bertempat di depan halaman gedung gereja GKI Maranatha Karang Tumaritis Nabire, dengan thema Sinode “Berubah Untuk menjadi Kuat” dan sub thema “Dengan jubelium 50 Tahun gereja Kingmi di Teluk Cenderawasih, Kita Tingkatkan Penatalayanan Jemaat Untuk Mensukseskan Penginjilan jilid II Menuju Gereja yang Bangkit, Mandiri dan Sejahtera”.
Gereja Kemah Injil yang berlogo salib, Cangkir, Buli-buli, dan Mahkota yang disebut Injil Empat Berganda ini Mula-mula didirikan di New York Amerika Serikat pada Tahun 1876 oleh Dr.A.B. Simpson. Para utusan Injil melalui C&MA antara lain Pdt.Dr.Jaffray diutusan ke Indonesia dan berkedudukan di Makasar. Pada tahun 1938 utusan Injil atas nama Pdt.M.Walter Post dan Dabler di utus ke Wisel Meren/Paniai melalui pantai selatan kali uta, tiba di kampong yaba akhirnya pada tanggal 13 Januari 1939 tiba di Iyaitaka wesel Meren yang sekarang disebut Kabupaten Paniai.
Pada tahun 1939 hingga 1962 Injil diberitakan di Pegunungan Papua dibawah naungan Gereja C & MA atau Zending, Pada tanggal 06 April 1962 para penginjil Pribumi mengambil sikap untuk mendirikan Gereja Pribumindi Beoga kini berusia 52 tahun, sedangkan pada tahun 1964 obor Api Injil melalui wajah gereja Kingmi berali ke pinggiran pesisir dan tertancap di pantai Utara Nabire, Teluk Cenderawasih dan genap berusia 50 tahun. Injil Kekuatan Allah telah menjangkau daerah dan suku-suku di Kawasan Teluk Cenderawasih memiliki 5 klasis dan 120 Jemaat serta 20.000 jiwa, demikian Sejarah Singkat yang dibacakan oleh Ev.Yulianus Pigome S.Th. dilanjuti dengan penyerahan obor injil Tuhan dan Pemotongan Kue Ulang Tahun Koordinator teluk Cenderawasih ke-50 Tahun.
Refleksi singkat yang disampaikan oleh Pdt. Pilemon Indekray M.Th.M.Div dalam refleksinya yang terdapat dalam Roma 1; 12 dikatakan bahwa yang menjadi landasan dalam Hut Yubelium ke 50 adalah Gereja harus bersukacita, gereja harus Intropeksi diri, gereja harus berdoa dan bersaksi membawah obor injil kedepan, akhir kotbahnya dikatakan jangan kita cari kekayaan tetapi carilah Yesus karena didalam Yesus ada sumber Hidup.
Sambutan Gubernur Papua yang dibacakan oleh Staf Ahli dan Pembangunan Drs.Ayub Kayame selaku ketua Panitia jubelium 50 tahun, dalam sambutannya dikatakan bahwa 50 tahun merupakan rentang waktu yang panjang oleh GKIP telah Masuk bidang pelayanan untuk menjadikan semua bangsa muridku dan menjadi mitra kerja pilar pemerintah untuk menbangun tanah papua menuju papua damai dan kemandirian semua itu dilalui dengan doa bersama-sama baik itu tokoh Agama, Pemerintah, Masyarakat demi kecintaan kita akan papua dalam menyuarakan Kenabian.
selanjutnya sambutan Bupati kabupaten Nabire yang dibacakan oleh Staf ahli Bidang Hukum dan Politik Pdt. P.Waromi Pelayanan GKIP Teluk Cenderawasih dengan Usianya telah banyak melakukan Pelayanan tentunya kepada Tuhan dan kepada manusia dari gelap kepada terang Allah yang telah banyak menghasilkan manusia yang bermoral mengingat salah satu ungkapan yaitu Bertumbuh dalam Iman Berbuah dalam Kasih mengasihi yang berarti sebagai sesame manusia harus saling tolong menolongdan kasih karena ajaran ini yang di ajarkan Tuhan sehingga pelayanan kita ini menjadi berkat dalam Tubuh yaitu Tubuh Kristus.
Ibadah Hut yubelium ke 50 tahun dihadiri oleh mewakili Ketua sinode,Mewakili Gubernur Papua, mewakili Bupati Kabupaten Nabire, Koordinator teluk cenderawasih, dandim 1705 paniai, Kankemenag, unsur-unsur Muspida, Pimpinan Gereja, Para Hamba-Hamba Tuhan, Parintis Gereja, dan seluru dedominasi gereja-gereja serta umat kingmi se-papua, acara berjalan aman dan lancar.
Tinggalkan Komentar