INFO NABIRE
Home » Blog » Bupati Nabire Resmikan Asrama Putri Embung Pagi Piyaiye, Komit Benahi Seluruh Asrama Pelajar 

Bupati Nabire Resmikan Asrama Putri Embung Pagi Piyaiye, Komit Benahi Seluruh Asrama Pelajar 

(Bupati Nabire Resmikan Asrama Putri Embung Pagi Piyaiye, Komit Benahi Seluruh Asrama Pelajar)
(Bupati Nabire Resmikan Asrama Putri Embung Pagi Piyaiye, Komit Benahi Seluruh Asrama Pelajar)

Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan fasilitas tempat tinggal yang layak bagi para pelajar. Langkah tersebut ditandai dengan peresmian Gedung Asrama Putri Embung Pagi Piyaiye di Jalan Mandala, Kalibobo, Kabupaten Nabire, Sabtu (25/7/2026).

Peresmian yang dipimpin langsung oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Papua Tengah. Menurutnya, pembangunan asrama bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang berpendidikan, mandiri, dan siap memimpin daerah di masa depan.

Asrama Jadi Investasi Pendidikan Jangka Panjang

Dalam sambutannya, Mesak Magai menegaskan bahwa keberadaan asrama sangat penting bagi pelajar yang berasal dari daerah-daerah terpencil dan harus menempuh pendidikan di Kota Nabire.

Ia mengatakan, fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan lingkungan belajar yang aman sekaligus mendukung proses pembinaan karakter para penghuni.

“Asrama ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi tempat membentuk generasi penerus yang kelak membangun Papua Tengah,” ujar Mesak Magai.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas manusia. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mengalokasikan perhatian terhadap pembangunan asrama sebagai salah satu kebutuhan utama pelajar.

Mengenang Perjuangan Pelajar Piyaiye

Dalam kesempatan tersebut, Mesak Magai mengenang kondisi masyarakat Piyaiye pada masa lalu sebelum memiliki fasilitas pendidikan yang memadai.

Ia menceritakan bahwa para pelajar dahulu tinggal di gubuk sederhana di Mapidopa, Kabupaten Dogiyai. Tempat tinggal mereka hanya beratapkan daun dengan alas daun pisang sehingga jauh dari kata layak.

“Kalau kita melihat ke belakang, dulu anak-anak kita tinggal di tempat yang sangat sederhana. Hari ini Tuhan memberikan kesempatan sehingga kita bisa membangun asrama yang jauh lebih layak,” katanya.

Menurut Mesak, perubahan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan di sektor pendidikan terus bergerak maju dan harus terus dijaga keberlanjutannya.

Terbuka bagi Pelajar dari Berbagai Wilayah

Asrama Putri Embung Pagi Piyaiye tidak hanya diperuntukkan bagi pelajar asal Piyaiye. Pemerintah membuka kesempatan bagi pelajar perempuan dari Siriwo, Dipa, Menou, maupun wilayah lain di Papua Tengah yang melanjutkan pendidikan di Nabire.

Langkah tersebut diambil agar semakin banyak anak-anak dari daerah pedalaman memperoleh akses pendidikan yang lebih baik tanpa harus terkendala tempat tinggal.

Mesak menilai, keberadaan asrama yang representatif akan membantu pelajar lebih fokus belajar sekaligus mengurangi berbagai persoalan sosial yang sering muncul ketika mereka tinggal jauh dari keluarga.

Pembinaan Khusus bagi Pelajar Perempuan

Bupati Nabire menjelaskan bahwa pembangunan asrama putri memiliki tujuan khusus, yakni memberikan perlindungan, pembinaan, dan pengawasan yang lebih optimal kepada para pelajar perempuan.

Menurutnya, selama ini tidak sedikit anak perempuan yang mengalami kendala dalam menyelesaikan pendidikan akibat minimnya pengawasan saat tinggal jauh dari orang tua.

“Melalui asrama ini mereka memiliki tempat tinggal yang aman, mendapat pembinaan dan pengawasan, sehingga kelak mereka menjadi penerus pembangunan di daerah ini,” ujarnya.

Ia berharap lingkungan asrama mampu menciptakan suasana yang kondusif sehingga para pelajar dapat belajar dengan tenang dan menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Pengelolaan Asrama Akan Diperkuat

Selain membangun fisik bangunan, Mesak Magai menekankan pentingnya pengelolaan asrama yang profesional.

Ia mengusulkan agar setiap asrama dikelola oleh yayasan yang memiliki kemampuan melakukan pembinaan sekaligus mengembangkan program pemberdayaan bagi penghuni.

Menurutnya, penghuni asrama perlu dibekali berbagai keterampilan agar memiliki kemampuan hidup mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.

Di sisi lain, yayasan juga diharapkan mampu mengembangkan sumber pendanaan yang berkelanjutan sehingga operasional asrama tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

Ajak Generasi Muda Tidak Bergantung Menjadi ASN

Dalam arahannya kepada para pelajar, Mesak Magai mengajak generasi muda Papua Tengah untuk memiliki pola pikir kreatif dan inovatif.

Ia menilai cita-cita menjadi aparatur sipil negara (ASN) memang baik, namun tidak boleh menjadi satu-satunya pilihan.

Menurutnya, anak-anak muda harus mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Manusia lahir untuk menghidupkan manusia lain. Kita harus menopang anak-anak kita agar kelak menjadi pemimpin di kota ini,” katanya.

Pesan tersebut menjadi bagian dari dorongan pemerintah agar lahir lebih banyak wirausahawan, profesional, maupun pemimpin daerah dari kalangan putra-putri asli Papua Tengah.

Pemerintah Akan Benahi Asrama Pelajar Lainnya

Pada kesempatan yang sama, Mesak Magai juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Nabire untuk membenahi sejumlah asrama pelajar lainnya, khususnya yang dihuni oleh pelajar dari wilayah pesisir.

Salah satu fasilitas yang menjadi prioritas adalah asrama pelajar di Jalan Merdeka.

Menurutnya, pembenahan tidak hanya dilakukan terhadap kondisi bangunan, tetapi juga menyasar sistem pengelolaan agar pelayanan kepada para pelajar semakin baik.

“Semua pengurus akan direvisi atau dibenahi kembali supaya pengelolaannya lebih baik. Dengan begitu, cita-cita mewujudkan Papua Tengah yang cerdas dapat tercapai,” ujarnya.

Pemerintah Tegaskan Tanggung Jawab Moral

Mesak menilai pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan seluruh pelajar yang datang dari kampung-kampung memperoleh tempat tinggal yang layak selama menempuh pendidikan di Kota Nabire.

Ia menegaskan, perhatian terhadap pendidikan tidak boleh berhenti pada penyediaan ruang kelas, tetapi juga harus mencakup kebutuhan dasar para siswa, termasuk tempat tinggal yang aman dan nyaman.

“Pemerintah daerah akan merasa sangat berdosa jika tidak memperhatikan mereka,” katanya.

Menurutnya, ketika pelajar mendapatkan lingkungan yang mendukung proses belajar, peluang mereka menyelesaikan pendidikan dan menjadi SDM berkualitas akan semakin besar.

Pembangunan Dilakukan Bertahap

Mesak memastikan pembangunan dan revitalisasi asrama pelajar akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan pemerintah daerah.

Prioritas akan diberikan kepada pelajar yang berasal dari daerah-daerah terpencil dan harus tinggal jauh dari keluarga demi melanjutkan pendidikan.

Melalui pembangunan fasilitas pendidikan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap semakin banyak generasi muda Papua Tengah memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik. Kehadiran asrama yang layak diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap membawa Papua Tengah menuju masa depan yang lebih maju.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.