Warga Soroti Pelayanan Pendidikan SD Negeri Tibai, Minta Pemerintah Segera Lakukan Evaluasi
Nabire, Masyarakat Kampung Tibai, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi pelayanan pendidikan di SD Negeri Tibai yang dinilai belum berjalan secara optimal selama bertahun-tahun. Aspirasi tersebut disampaikan warga pada Jumat (24/7/2026) sebagai bentuk harapan agar pemerintah segera menghadirkan perubahan nyata bagi dunia pendidikan di wilayah pedalaman.
Warga menilai kualitas pelayanan pendidikan di sekolah tersebut masih jauh dari harapan. Menurut mereka, pergantian maupun penempatan kepala sekolah sudah beberapa kali dilakukan. Namun, perubahan itu belum memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar di Kampung Tibai.
Masyarakat berharap kehadiran kepala sekolah tidak hanya sebatas penugasan secara administratif, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pelayanan langsung di sekolah. Mereka menegaskan bahwa keberadaan pimpinan sekolah sangat menentukan jalannya aktivitas pendidikan dan semangat belajar anak-anak di daerah terpencil.
Mewakili masyarakat Kampung Tibai, Yermias Dogomo menyampaikan bahwa selama ini terdapat dugaan kepala sekolah yang hanya tercatat sebagai pimpinan sekolah secara administrasi, sementara pelaksanaan tugas di lapangan dinilai belum maksimal.

Selain menyoroti kehadiran kepala sekolah, warga juga meminta agar pengelolaan anggaran pendidikan, termasuk dana operasional sekolah yang mengatasnamakan SD Negeri Tibai, dilakukan secara transparan, akuntabel, dan benar-benar digunakan untuk mendukung kebutuhan belajar siswa.
“Kami masyarakat Kampung Tibai meminta pemerintah lebih memperhatikan kondisi pendidikan di kampung kami. Anak-anak di daerah terpencil juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Yermias Dogomo mewakili masyarakat.
Masyarakat Desak Pemerintah Turun Tangan
Masyarakat meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Nabire, Dinas Pendidikan, serta instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan pendidikan di SD Negeri Tibai. Mereka berharap pengawasan terhadap sekolah-sekolah di daerah terpencil dapat diperkuat agar proses pendidikan benar-benar berjalan sesuai harapan masyarakat.
Harapan yang sama juga disampaikan kepada kepala sekolah yang baru ditunjuk. Warga menginginkan sosok pemimpin sekolah yang hadir secara aktif di lokasi penugasan, mengabdikan diri, serta memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung secara berkesinambungan demi masa depan generasi muda Kampung Tibai.
Suara Hati Anak-Anak Kampung Tibai
Di balik tuntutan masyarakat, tersimpan harapan besar dari anak-anak Kampung Tibai yang mendambakan kesempatan belajar seperti anak-anak di daerah lain. Mereka mengaku sedih bukan karena tidak mampu belajar, melainkan karena merasa belum memperoleh kesempatan pendidikan yang maksimal.
“Kami sedih bukan karena bodoh, tapi karena tidak diberi jalan untuk pintar,” ungkap perwakilan anak-anak Kampung Tibai.
Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya keinginan generasi muda di wilayah pedalaman untuk memperoleh pendidikan yang layak sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik.
Pendidikan Dinilai Menjadi Jalan Keluar Kemiskinan
Bagi masyarakat Kampung Tibai, pendidikan bukan sekadar proses belajar di ruang kelas. Pendidikan dipandang sebagai sarana penting untuk meningkatkan kualitas hidup, membuka peluang masa depan, sekaligus mengangkat derajat keluarga dan daerah.
Karena itu, warga berharap tidak ada lagi sekolah yang hanya berjalan di atas administrasi, sementara proses pembelajaran di lapangan belum terlaksana secara maksimal. Mereka menginginkan kehadiran tenaga pendidik dan pimpinan sekolah yang benar-benar mengabdi di tempat tugas.
Sebagai penutup penyampaian aspirasi, masyarakat bersama anak-anak Kampung Tibai menyampaikan pesan yang penuh harapan kepada pemerintah dan pihak sekolah.
“Kepada Bapak/Ibu Kepala Sekolah dan Pemerintah, tolong jangan biarkan kami berhenti di tengah jalan. Kami ingin sekolah. Kami ingin berubah. Karena dengan pendidikan, kami bisa mengangkat nama daerah, bangsa, dan keluarga kami.”
Masyarakat berharap aspirasi tersebut segera mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Nabire, Dinas Pendidikan, dan seluruh pihak terkait. Mereka meyakini bahwa pemerataan pendidikan hingga ke wilayah terpencil merupakan langkah penting untuk menciptakan sumber daya manusia Papua yang lebih maju dan berdaya saing. Warga juga berharap evaluasi terhadap pelayanan pendidikan di SD Negeri Tibai dapat segera dilakukan agar anak-anak Kampung Tibai memperoleh hak pendidikan yang layak sebagaimana dijamin bagi seluruh warga negara Indonesia.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]





Tinggalkan Komentar