Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik., M.Si dalam arahannya pada Apel Pagi, pekan lalu yang dibarengi dengan upacara serah terima jabatan 6 (enam) Perwira Polres Nabire, selaku pimpinan Kepolisian Resor Nabire, dirinya menghimbau kepada seluruh anggota Polres Nabire, agar tetap menjaga netralitas dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014.
Dirinya juga menghimbau, seluruh jajaran Polri di wilayah hukum Nabire untuk menjunjung tinggi integritas Polri, dengan tetap bertindak netral dan tidak terlibat dalam politik praktis pada pesta demokrasi pemilihan umum Presiden dan wakil Presiden.
Kata Kapolres, menjelang Pilpres Juli mendatang tentunya banyak hal-hal yang sifatnya politik juga ditawarkan oleh para Kandidat Capres dan Cawapres 2014. Tetapi, pada intinya apapun yang ditawarkan oleh para Kandidat, Polri pada prinsipnya tidak akan berpihak kepada kandidat manapun, dalam hal ini tidak ada tawar menawar, dan sebagai institusi Kepolisian, setiap anggota Polri wajib dan harus netral dalam Pemilu.
“Tugas Polisi dalam Pemilu adalah hanya untuk memastikan pelaksananaan Pemilu tersebut berjalan dengan aman, damai dan demokratis, tidak ada yang lain,” tuturnya.
Menurutnya, Pemilu Capres dan Cawapres 2014 sangat berbeda dengan Pemilu Legislatif, mungkin tantangan Pilpres kali ini sedikit lebih mudah dibanding Pemilu Legislatif, tetapi apabila tindakan yang dilakukan oleh institusi Polri pada saat bertugas di lapangan salah, maka dampaknya sangat luar biasa. Oleh karena itu, setiap anggota Polri dituntut untuk tetap netral dan fokus pada pegamanan.
“Saya himbau anggota Polres Nabirer untuk lebih serius dalam menghadapi Pilpres yang tidak lama lagi akan dilaksanakan. Boleh dalam hati kita memihak kepada salah satu calon, tetapi dalam tindakan kita tidak boleh berpihak. Demikianpun dengan keluarga kita, kita tidak boleh memaksakan kehendak kepada istri, anak maupun saudara kita untuk memilih apa yang kita kehendaki, biarkan mereka memilih sesuai keinginan hati nuraninya,” pungkas Kapolres.
Tinggalkan Komentar