News & Info
Home » Blog » Asal Usul Oyehe Nabire

Asal Usul Oyehe Nabire

Pasti sobat-sobat sering dengar tentang nama Oyehe. Ya, salah satu kelurahan di kabupate Nabire, dan berada di jantung kota Nabire. Namun sobat pasti belum tahu banyak mengenai asal-usul dan profil kelurahan Oyehe.

Pada waktu masa perang dunia ke II, Maskapai Ekonomi Ontwilkeling Neuw Guinea (MEONG) yang berasal dari Negeri Belanda datang dan bermukim di daerah oyehe dimana kondisi Oyehe pada saat itu masih berupa hutan-hutan belantara. Pada saat itu Oyehe mash didiami oleh suku yerisiam dan suku tebure. Akibat Perang Dunia ke II pecah, banyak dari suku yerisiem dan tebure yang mati dan lari menyelamatkan diri.

Usai perang dunia II berakhir banyak para pendatang yang datang dan mendiami daerah tersebut salah satunya adalah masyarakat dari suku Wate (Warga Tarunggre) mereka adalah masyarakat yang bemata pencaharian berburu dan betempat tinggal berpindah-pindah, akhirnya suku Wate tersebut menetap dan bertempat tinggal di daerah tersebut dan berbaur dengan masyarakat dari suku yerisiem dan tebure, dan akhirnya membentuk sebuah kampung, di kampung tersebut mengalir sebuah kali dan dari kepala adat setempat memberikan nama kali tersebut dengan nama oyehe, maka kali tersebut dinamakan kali oyehe, sehingga sampai sekarang kata oyehe dipakai sebagai nama dari Kelurahan.

Pemerintahan Nabire sudah ada sejak tahun 1968 dan pada saat itu Kabupaten Nabire masih dalam daerah administratif dan berada dibawah Pemerintahan Kabupaten Puncak Jaya. Pada tahu 1972 – 1973, menurut Instruksi Menteri Dalam Negeri yang isinya mengenai pembubaran Distrik menjadi Kecamatan, maka pada saat itu status Distrik berubah menjadi Kecamatan. Kemudian yang menjabat sebagai Kepala Kecamatan adalah Izaak Logoff dan dibantu oleh seorang sekertaris yang saat itu dijabat oleh Bastian Korisano. Kemudian Pada tahun 1974 mulailah dibentuknya desa khususnya yang ada di Nabire.

Berdasarkan pengusulan Izaak Logoff, maka dipanggilnya Bastian Korisano oleh Bupati Paniai yang pada saat dijabat oleh Andreas Soenarto untuk di karyakan sebagai Kepala Desa. Maka berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Nomor 12/KPTS/BP/1974 tertanggal 1 April 1974 maka diangkat Bastian Korisano sebagai Kepala Desa Oyehe. Untuk menjalankan Pemerintahan Desa Bastian Korisano dibantu oleh bebarapa kaur (Kepala Urusan). Diantaranya Luther Raiki sebagai juru tulis, Masa jabatan Bastian Korisano berakhir pada tahun 1980.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri bahwa Desa-desa yang berada dikota Kabupaten dirubah statusnya menjadi Kelurahan, maka pads tahun 1981-1982 Desa Oyehe berubah statusnya menjadi Kelurahan Oyehe. Kemudian sambil menunggu Lurah desfinitif yang baru, berdasarkan SK Bupati maka Kepala Desa yang sebelumya diangkat sebagai Kepala Lurah sementara. Kemudian Bastian Korisano diangkat sementara untuk menjabat sebagai Kepala Kelurahan Oyehe, dan berakhir pada tahun 1984, kemudian Sebastian Korisano diganti oleh Eyoser Emaour,kemudian sekarang yang menjabat sebagai Kepala Kelurahan Oyehe adalah Yeki Pigay, S.Sos

Letak wilayah kelurahan Oyehe berada di 03°21,28′,4″ bagian Selatan clan 135°30′,14.8″ bagian Utara dengan lugs wilayah adalah 1800 Ha yang terdiri atas dataran rendah.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.