INFO PAPUA INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Menghapus Air Mata dan Menyembuhkan Luka Hati Mama Papua

Menghapus Air Mata dan Menyembuhkan Luka Hati Mama Papua

(Marinus Yaung,  Dosen Universitas Cenderawasih Papua)

Jayapura, 15 Oktober 2024 – Presiden Prabowo Subianto memanggil ibu Ribka Haluk dan Natalius Pigai untuk masuk menteri kabinet, membuat hati saya terharu dan bersyukur kepada Tuhan Yesus. Mengapa demikian?

Bulan April 2016, Mengkopolhukam Luhut B. Pandjaitan, memberikan tugas kepada saya untuk pergi ke Kabupaten Paniai, Provinsi Papua. Bertemu dengan orang tua dan keluarga korban, dari kasus Paniai berdarah, 8 Desember 2014.

Pada awal Desember tahun 2014 tersebut, terjadi penembakan terhadap empat orang anak muda Papua. Ketika saya tiba di makam tempat mereka dikuburkan, yang saya datangi duluan, saya berdoa dan memberikan penghormatan.

Ketika melihat situasi sekitar, saya bisa langsung merasakan suasana kebatinan dan pergolakan hati masyarakat Paniai. Ada suasana batin yang terluka, kecewa, marah, tidak bisa terimah kematian tragis tersebut, dan air mata kesedihan dan penderitaan yang masih terus menetes.

Saya, berdoa di makam para korban, Tuhan Yesus hanya engkau yang bisa sembuhkan luka hati mama – mama yang kehilangan anak – anak mereka dan menghapus air mata kesedihan dan penderitaan mereka.

Saya kemudian bertemu dengan dua orang mama dan keluarga korban. Dengar semua suara hati mereka. Cerita penderitaan dan rasa ketidakadilan serta sakit hati mereka, semuanya saya catat dan rekam untuk disampaikan ke Bapak LBP.

Rekomendasi saya saat itu, pertama, pemerintah harus mberikan perhatian lebih besar kepada perbaikannya dan peningkatan pelayanan pendidikan berkualitas untuk anak – anak Papua, secara khusus untuk anak – anak Papua korban kekerasan negara. Mereka yang bagian dari keluarga korban pelanggaran HAM negara, harus bisa disiapkan beasiswa penuh untuk pendidikan mereka, dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Kedua, pemerintah perlu mempertimbangkan untuk mengangkat menteri, kepala badan, deputy, dirjen, dirut BUMN, dan duta besar, dari wilayah Papua Pegunungan yang meliputi wilayah adat Mee Pago dan Laa Pago.

Masih ada lagi delapan rekomendasi lainnya. Oleh Bapak LBP, rekomendasi pertama, diputuskan bentuk beasiswanya adalah beasiswa Presiden. Dalam diskusi dan perkembangannya, bulan November 2016, diputuskan menjadi beasiswa Indonesia Timur, dengan skema pembiayaan melalui LPDP.

Rekomendasi kedua, di era Presiden Jokowi, belum terwujud. Pada era Presiden Prabowo Subianto, rekomendasi kedua berpeluang terwujud. Ibu Ribka Haluk, perempuan Papua hebat dari wilayah adat Laa Pago, sudah dipanggil Presiden Prabowo untuk masuk menteri kabinet.

Kemudian kawan saya, Natalius Pigai, anak pintar dan cerdas, dari wilayah adat Mee Pago, telah dipanggil juga oleh Presiden Prabowo untuk masuk menteri kabinet.

Saya hanya bisa bersyukur kepada Tuhan Yesus. Saya berterimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Karena 𝗣𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻 𝗣𝗿𝗮𝗯𝗼𝘄𝗼 𝗦𝘂𝗯𝗶𝗮𝗻𝘁𝗼 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗣𝗮𝗽𝘂𝗮 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗵𝗮𝘁𝗶. 𝗣𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻 𝗣𝘁𝗮𝗯𝗼𝘄𝗼 𝘁𝗮𝗵𝘂 𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗽𝘂𝘀 𝗮𝗶𝗿 𝗺𝗮𝘁𝗮 𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗺𝗮𝗺𝗮 – 𝗺𝗮𝗺𝗮 𝗣𝗮𝗽𝘂𝗮. Terimakasih sekali lagi Bapak Presiden Prabowo Subianto.

Saya sangat puas dan senang, serta mendukung kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Ketika tanggal 21 Oktober 2024, saya melihat dan mendengar nama Ibu Ribka Haluk dan Natalius Pigai disebutkan oleh Bapak Presiden sebagai bagian dari menteri – menteri kabinet pemerintahan, maka saya percaya jalan menuju pemulihan hubungan Jakarta – Papua telah terbentang.

Tidak mudah memang memulihkan hubungan saling percaya dan menciptakan rekonsiliasi Jakarta dengan Papua, demi keutuhan NKRI. Namun ketika 𝗣𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻 𝗣𝗿𝗮𝗯𝗼𝘄𝗼 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗣𝗮𝗽𝘂𝗮 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗵𝗮𝘁𝗶, pintu untuk membuka jalan menuju rekonsiliasi dan perdamaian, sudah terbuka.

Karena saya selalu percaya, bahwa cara pandang yang benar, akan melahirkan tindakan yang benar dan tepat. 𝗞𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗵𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗵𝗮𝘁𝗶, 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗸𝗲 𝗵𝗮𝘁𝗶, 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗯𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗶𝗻. Presiden Prabowo Subianto memiliki hati yang luar biasa dan mau mengurus Papua dengan hati.

Papua sudah istimewa di hati Presiden Joko Widodo. Namun Papua akan jauh lebih istimewa dan lebih dimuliakan di hati Presiden Prabowo Subianto. Di era Presiden ke – 8 Indonesia ini, seorang anak yang lahir dari kandungan seorang ibu Kristen dan yang selalu mendoakannya setiap malam dan pagi hari sebelum Prabowo berangkat sekolah, air mata penderitaan mama – mama Papua, akan dihapuskan segera.

𝗧𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝗺𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗻𝗮𝗺𝗮, 𝗗𝗼𝗿𝗮 𝗠𝗮𝗿𝗶𝗲 𝗦𝗶𝗴𝗮𝗿, 𝘀𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝗠𝗶𝗻𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗴𝗮𝗺𝗮 𝗞𝗿𝗶𝘀𝘁𝗲𝗻, 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗵𝗶𝗿𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗻𝗮𝗸 𝗹𝗮𝗸𝗶 – 𝗹𝗮𝗸𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗻𝗮𝗺𝗮 𝗣𝗿𝗮𝗯𝗼𝘄𝗼 𝗦𝘂𝗯𝗶𝗮𝗻𝘁𝗼, 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗼𝗹𝗼𝗻𝗴 𝗺𝗮𝗺𝗮 – 𝗺𝗮𝗺𝗮 𝗣𝗮𝗽𝘂𝗮, 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗽𝘂𝘀 𝗮𝗶𝗿 𝗺𝗮𝘁𝗮 𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝗺𝗯𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗸𝗮 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮.

Di pundak kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, doa dan harapan kami untuk melihat air mata penderitaan mama – mama Papua segera terhapuskan, kami letakkan dan percayakan.

*Penulis, Marinus Yaung,  Dosen Universitas Cenderawasih Papua

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.