
(Markus Haluk, salah satu anggota KNPB yang ditangkap)
Puluhan orang berunjuk rasa di depan Gedung DPRP Papua di Kota Papua, Senin (13/1). Di saat bersamaan, menteri luar negeri dari beberapa negara mendatangi Jayapura.
Polisi menahan 21 pengunjuk rasa yang melancarkan aksi seputar kedatangan lima menteri luar negeri yang tergabung dalam Melanesian Spearhead Group (MSG). Mereka diamankan di Mapolres Kota Jayapura. Adapun tujuan utama kedatangan mereka yaitu mengecek pengamanan dan perkembangan pembangunan di Papua serta Papua Barat.
Sementara itu Sekretaris Umum KNPB, Ones Suhuniap, menyebutkan ada 42 anggota KNPB ditangkap aparat di depan kantor DPRP. “Yang dapat tangkap ada 42 orang. Mereka yang ditangkap itu adalah Markus Haluk, sekjen AMPTPI, Agus kosay, ketua 1 KNPB PUSAT, Ucak.logo, ketua komisariat intelejen KNPB pusat, Ogram Wanimbo, ketua diplomasi KNPB Pusat dan 42 orang lainya dari masa aksi. Saat masa aksi protes terhadap kedatangan tim MSG secara sembunyi-sembuyi,” kata Ones.
Saat ini disekitar Taman Imbi Jayapura sedang dijaga ketat oleh aparat. Dan terlihat tidak ada massa aksi yang berencana melakukan Demonstrasi. Aktivis Papua lainnya, Yulianus Mabel, mengatakan bahwa para aktivis ini sekarang sedang berada di Polresta Jayapura. Selain menangkap pata aktivis, polisi juga, menurut Yulianus telah menahan sejumlah alat aksi. berupa spanduk, megafon dan satu kamera.
Di Abepura, mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar demo di depan gapura Kampus Uncen, Abepura, Kota Jayapura. “Kami minta MSG bertemu dengan rakyat Papua, Tapol/Napol dan korban pelanggaran HAM,” kata kordinator aksi, Alfares Kapisa.
Sementara itu, Kapolresta Jayapura, Alfred Papare saat dikonfirmasi via telepon etapi tidak ada balasan. Tabloidjubi.com mengirim pesan teks sebanyak tiga kali namun belum ada tanggapan dari Kapolresta Jayapura, hingga berita ini disiarkan.
Tinggalkan Komentar