Kamar Adat Pengusaha Papua Nabire Akan Giatkan Kembali Peningkatan Ekonomi Kerakyatan
Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Nabire bakal menggiatkan kembaliĀ sejumlah program untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan masyarakat adat setempat. Ketua KAPP Nabire, Kristovel Mara menuturkan sejumlah program tersebut diantaranya koperasi simpan pinjam, mengaktifkan kembali pasar tradisional yang telah dibangun pada 2012 lalu.
āProgram lain yang akan kami genjot adalah pengelolaan hasil hutan, yang saat ini sedang digeluti oleh masyarakat adat setempat untuk jenis kayu merbau, lalu ada juga pertambangan rakyat, pertanian, perikanan dan pariwisata,ā kata Kristovel Mara, Minggu (5/1).
Pihaknya mengklaim untuk koperasi simpan pinjam, hingga saat ini perputaran uang yang ada baru dari para anggotanya, belum ada bantuan dari pemerintah ataupun lembaga perbankan lainnya.
āKoperasi ini tidak boleh mati, kami minta perhatian semua pihak. Kami yakin, masyarakat adat setempat memiliki kemampuan untuk bisa berkembang,ā ujarnya.
Pengembangan program lain, seperti pengelolaan hasil hutan sudah mulai ada investor yang melirik, yakni dari Shanghai-Cina untuk kontrak kerja selama 3 bulan kedepan. Sementara untuk persiapan tambang rakyat, KAPP Nabire masih terus melakukan persiapan konstruksi basecamp dan pemasangan peralatan.
āJenis emas yang ada di Nabire adalah alofial atau kelihatan langsung dengan mata, tanpa diolah dengan bahan kimia lainnya,ā katanya lagi.
Sementara untuk sektor pertanian, KAPP Nabire terus melakukan survey dibeberapa lokasi, diantaranya survey untuk bagaimana lahan pertanian terhindar dari ancamana banjir serta kondisi tanah untuk ditanami berbagai produk unggulan.
āKami berharap paling tidak, Nabire dapat melakukan swasembada beras, disamping kami tetap melakukan pengembangan panganan lokal lainnya. Jamannya Bupati Ap Youw, Nabire pernah menjadi penghasil beras, diantaranya di daerah Lagari, Wanggar dan beberapa daerah lain. Selain beras, tentu ada komoditi lain misalnya Jagung, kedelai dan jeruk manis,ā ujarnya.
Program pariwisata dibeberapa lokasi juga akan dikembangkan oleh KAPP Nabire dengan konsep ecowisata. Misalnya wisata mendulang emas, wisatawan yang berkunjung ke lokasi-lokasi pendulangan ecowisata itu bisa langsung melakukan pendulangan emas sendiri hingga mendapatkan hasil dan bisa dibawa pulang emas yang diperoleh dari hasil pendulangan tersebut.
Kemudian juga ada ecowisata untuk kayu merbau, beberapa tempat telah menetapkan kayu merbau sebagai ikon dari masing-masing kampung dan ada beberapa daerah telah melakukan pelarangan untuk menebang kayu tersebut, agar dapat dijadikan ikon. Biasanya kayu-kayu yang dilarang ditebang yang telah berdiameter satu hingga dua meter. Pariwisata Nabire dengan keindahan pantainya juga tak kalah menariknya untuk dapat dilirik wisatawan, apalagi disalah satu distriknya ada sekitar belasan hiu jinak yang bisa diajak berenang dan bermain bersama di pantai tersebut.
āBeberapa tempat untuk bisa menjadi lokasi wisata adalah Distrik Yaur, Distrik Napan, dan Distrik Wanggar serta beberapa lokasi lainnya,ā jelasnya.
KAPP Nabire berharap kepada KAPP di beberapa kabupaten/kota di tanah Papua untuk tidak terfokus pada kegiatan konstruksi dan infrastruktur, namun juga dapat mengembangkan sector lainnya, sesuai dengan kekayaan sumber daya alam di masing-masing wilayahnya.
āIni juga dimaksudkan agar dapat terus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Beberapa KAPP dari kabupaten lain, misalnya Kabupaten Yalimo, Nduga, Paniai, dan Intan Jaya telah melakukan koordinasi kepada kami, guna mencontoh atau menjadikan KAPP Nabire sebagai pilot project untuk sejumlah program peningkatan ekonomi kerakyatan,ā katanya.
(Sumber : Tabloidjubi.com)






Tinggalkan Komentar