Mahasiswa Dogiyai Menuntut Perhatian Penuh Dari Pemerintah
Ketua Badan Formatur musyawarah besar ( IPMADO ) sejawa dan bali Yusak Iyai mengatakan bahwa pemerintah Dogiyai belum ada perhatian penuh kepada mahasiswa Dogiyai se Jawa dan Bali guna
menyukseskan kegiatan Mubes tersebut .
Menurutnya, pemerintah Dogiyai seharusnya tidak hanya memperhatikan pembangunan saja akan tetapi pengembangan generasi penerus merupakan hal yang penting dan harus dilakukan.
‘’Pemerintah dogiyai memonopoli dana pendidikan pada khususnya dana pengembangan organisasi diri bagi pelajar dan mahasiswa,sehingga upaya membentuk generasi penerus yang kreaktif dan inovatif melalui kegiatan dan pelatihan ini akan terhenti. Yang patut disayangkan proposal yang
kami sudah ajukan ke pemerintah beberapa bulan yang lalu belum ada tanggapan dari pemerintah Dogiyai, ” ungkap Yusak iyai kepada nabire net. melalui telepon selularnya, Rabu (11/12)
Yusak Iyai menilai pemerintah Dogiyai belum punya program kerja yang jelas untuk membangun generasi kedepan Dogiyai, dan harus secara menyimak baik bagimana untuk mencapai Dogiyai yang dou ena.
“Saya minta kepada pemerintah Dogiyai kedepan harus di perhatikan penuh untuk dana pengembangan organisasi ipmado se jawa dan bali, karena Dogiyai kedepan di tangan kami mahasiswa,” lanjut Yusak
Hal yang sama disampaikan Yance Iyai, Ketua Ipmado Kota study semarang, mengakui bahwa anggaran dari pemerintah pusat untuk pendidikan memang cukup volume yang sangat besar, akan tetapi pemerintah Dogiyai masih kurang memperhatikan dana pengembangan organisasi Mahasiswa diluar Papua.
“organisasi ipamado sejawa dan bali di diresmikan oleh pemerintah dogiyai beberapa tahun yang lalu namun tetapi cukup banyak kekurangannya seperti fasilitas komputer , pengadaan rumah untuk sekertariat ipmado sejawa dan bali.,” pungkas di ujung telepon
(Thinus Utuma Pigome)





Tinggalkan Komentar