Terkait dengan wacana akan dibentuknya Polda baru di Papua Barat, yang sebelumnya pernah terdengar tampaknya bakal segera terealisasikan. Rencana perlunya dibentuk Polda di Papua Barat melihat saat ini dua provinsi yakni Papua dan Papua Barat baru dibawahi satu Polda, sedangkan geografis wilayah kerjanya cukup luas dengan kondisi yang dirasakan asngat membutuhkan.
Wacana bakal segera terealisasi dan segera terbentuknya Polda Papua Barat, seperti yang disampaikan Kapolri Jendral Polisi Drs Sutarman yang dikonfirmasi saat berkunjung ke Sorong. Menurut Kapolri disela kegiatan peletakkan batu pertama pembangunan asrama polisi di Waisai, Raja Ampat kemarin, pembentukan Polda di Papua Barat sendiri sudah menjadi rencana.
“Iya memang ada rencana, rencana itu sudah ada dan sementara masih dalam proses,” tandas Kapolri. Diakui oleh Kapolri, pemekaran Polda memang i cukup penting tetapi pihaknya juga masih melakukan persiapan-persiapan dalam rangka rencana pembangunan Polda baru. “Pemekaran Polda itu harus, harus karena untuk struktur organisasi,” imbuhnya singkat.
Dijelaskan oleh Kapolri, dalam pemekaran Polda sendiri tidaklah gampang, perlu persiapan-persiapan dalam hal ini fasilitas penunjang dan pelayanan yang mendukung dalam pembangunan gedung Polda. Menurutnya, sampai dengan saat ini anggaran Polri masih belum mencukupi untuk rencana pemekaran Polda.
Dari anggaran yang diberikan ke Polri, 67% diantaranya digunakan untuk gaji anggota polisi. Sisa anggaran dialokasikan untuk keperluan lain dalam hal pelaksanaan tugas dan tanggungjawab anggota kepolisian. “Karena anggaran kita itu 67 persen untuk gaji sehingga untuk membangun fasilitas Polda itu akan pelan-pelan,” tandas Kapolri seraya menambahkan, rencana pemekaran Polda bukan hanya Polda Papua Barat melainkan juga di beberapa wilayah lainnya.
Dicontohkannya pemekaran Polda Sulawesi Barat yang sampai ini juga belum direalisasikan. Belum direalisasikan pemekaran Polda sendiri, menurut Kapolri, karena terhambat dengan dana anggaran yang diterima Polri. Sedangkan untuk persiapan anggota dalam hal struktur organisasi diakuinya cukup baik dan siap. Dimana diketahui perwira polri dipolda Papua cukup banyak dan jika dibentuk polda baru dari pemekaran polda papua barat sangatlah memadai.
Kapolda Papua Irjen Pol M Tito Karnavian,MA dalam sambutannya pada acara peletakkan batu pertama pembangunan Asrama Polisi Polres Raja Ampat juga menyinggung soal kondisi kepolisian. Menurut Kapolda, Polda Papua membawahi 29 Polres dengan dua Polres persiapan.
Diantaranya terdapat 10 Polres lama yang kondisi bangunannya juga diakui sudah mulai tua demikian halnya dengan kondisi asrama yang ada di polres tersebut. Sedangkan dari 19 polres baru yang merupakan pemekaran dari polres lama, bangunan kebanyakannya merupakan hibah dari pemerintah daerah setempat. “Polres baru bangunannya banyak yang merupakan hibah dari pemda” ungkap kapolda dihadapan Kapolri, Menpera Dhan Faridz dan Bupati Raja Ampat Drs Marcus Wanma, M.Si.
Tidak hanya itu, menurut Kapolda, ada Polres yang masih menggunakan bangunan yang sebelumnya merupakan Kantor Polsek. Diantaranya, Polres Yahokimo, Puncak Jaya dan Pegunungan Bintang, selain itu juga belum memiliki asrama. Kendala ini diakuinya mengurangi kinerja anggota Polri yang melaksanakan tugas di tempat tersebut.
Menurut Kapolda, dengan tidak adanya fasilitas asrama, membuat anggota kurang displin dalam melaksanakan tugas. “Dalam tahun ini saja kita banyak menyidangkan pelangaran anggota, juga disersi karena kinerja dengan hambatan-hambatan yang terjadi” €ungkapnya. Kendala yang dihadapi karena letak polres yang sulit dijangkau, transportasinya harus menggunakan angkutan udara dengan biaya yang cukup mahal dan anggota tidak bisa membawa keluarga karena tidak ada asrama.
Tinggalkan Komentar