Diklat Teknis Agribisnis Provinsi Papua menyelenggarakan kegiatan pelatihan para petani lokal diantaranya, kelompok dasar kelompok inti, kelompok penunjang berlangsung, dari tanggal 17 s/d 23 November 2013 di Sentani Kabupaten Jayapura.
Ketua Panitia Diklat Teknis Agribisnis Provinsi Papua Yustina H. Waicang,S.P., mengungkapkan, petani adalah ujung tombak perekomian pembangunan daerah, sehingga mereka benar-benar dilatih agar selama kegiatan berlangsung hingga akhirnya membawa hasil dengan baik
Dijelaskan peserta pelatihan petani ini berasal dari 11 Kabupaten, diantaranya, kabupaten Merauke, Nabire, Jayawijaya, Sarmi, Keerom, Pegunungan Bintang, Lani Jaya, Bovendigoel, Waropen dan Kabupaten Mimika dengan jumlah peserta 20 orang berbasis petani lokal. Yustina mengakui, selama ini banyak petani yang mempraktikkan di daerahnya masing-masing hanya memiliki fasilitas yang ada, namun keahlian dan kelebihan mereka telah dimiliki, hanya saja kurang pembinaan dari instansi terkait. “Saya yakin 20 peserta yang ikut pelatihan ini pulang ke daerah membangun lebih bagus lagi,” tandas Jumat, (22/11). Kemarin
Dikatakan, “Pada komposisi ini kita mendorong visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua, yaitu Papua bangkit mandiri dan sejahtera agar para petani harus benar-benar dilatih berbagai bidang yang ada, agar mereka bisa bersaing di negara lain dan hidupnya tidak harus tergantung pada pemerintah daerah dan Provinsi, tetapi bagaimana cara bisa mengelolah sumberdaya alam yang ada di Papua,” tandasnya
Yustina H, harap para petani juga harus membagi-bagi ilmu sesuai yang diperoleh dalam pelatihan selama selama 6 ini dan apa yang dilihat, didengar, disimak, itulah yang dibagikan kepada kelompok tani yang ada di kampung masing-masing, karena laju perekonomian pembangunan daerah lebih maju dan sejahtera, petani juga tidak dianggap biasa-biasa tetapi bisa mengangkat potensi sumber daya alam yang ada di Papua, karena program kementerian pusat sudah siap dibantu dalam waktu dekat ditahun 2014 mendatang.
Tinggalkan Komentar