Tawuran antar pelajar yang marak terjadi di Jakarta maupun kota-kota besar lain di Indonesia kini mulai merembes ke Papua, tepatnya di Wamena terjadi perkelahian antar pelajar.
Baku pukul antar pelajar SMA di Wamena terjadi pada Jumat (15/11) dan melibatkan lima SMA, yakni SMA YPK, SMA PGRI, SMA Yapis dan SMA Santo Thomas dengan melakukan aksi penyerangan terhadap siswa-siswa SMA Negeri 1 Wamena.
Tawuran bermula dari sebuah lagu beredar yang dalam liriknya menghina atau menjelek-jelekan SMA-SMA dalam naungan Yayasan yaitu SMA YPK Wamena, SMA PGRI Wamena, SMA Yapis Wamena dan SMA Santo Thomas Wamena.
Dimana kejadian bermula ketika sekitar pukul 12.30 Wit para pelajar dari gabungan SMA yayasan mendatangi SMA Negeri 1 Wamena, lalu melempari sekolah tersebut dengan batu dan akhirnya memicu perkelahian antar pelajar.
Saat kejadian sebagian siswa-siswi SMA Negeri 1 Wamena dipulangkan lebih cepat, namun siswa-siswa yang pada saat kejadian masih berada di sekolah, terlibat tawuran dengan saling melempar batu hingga tawuran menjalar ke Jalan Irian atas Wamena.
Sementara pihak Kepolisian yang mengetahui adanya tawuran tersebut, langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan mencegah agar tawuran tidak berlanjut dan merebak luas lagi.
Meski anggota Polisi mencoba mencegah aksi tawuran, namun dengan jumlah siswa-siswa yang cukup banyak, membuat pihak Kepolisian sempat kewalahan menghalau aksi tawuran tersebut, namun tak lama kemudian aksi tersebut berhasil diredam.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Johhny Eddizon Isir, S.ik, MTCP melalui Kasat Reskrim Polres Jayawijaya, Iptu George Watimena mengatakan, setelah polisi menelusuri adanya kegiatan pengrusakan tersebut, saat ada sekelompok pelajar yang mendengar dengan munculnya lagu-lagu yang menjelekan sekolah-sekolah yayasan, lalu dari situlah ada gabungan kelompok siswa dari SMA YPK, SMA PGRI, SMA Yapis dan SMA Santo Thomas melakukan aksi penyerangan ke SMU Negeri 1 Wamena.
Dari aksi siswa-siswa yang melakukan tindakan pelemparan dengan batu itu, merusak beberapa ruangan SMAN 1 Wamena dan beberapa rumah warga termasuk kendaraan masyarakat dan kendaraan dinas Polres Jayawijaya.
“Setelah dilakukan pengamanan, anggota polisi juga dikejar bahkan dilawan oleh anak-anak sekolah, sehingga dari aksi tersebut lima anggota Polisi menjadi korban pelemparan batu dan harus dilarikan ke rumah sakit, dan juga korban material lainya berupa 1 unit sepeda motor dinas milik Polres Jayawijaya dan mobil dinas Wakapolres Jayawijaya yang pada saat itu bersama-sama anggota lainya melakukan pengamanan,” ungkap George Watimena saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/11) sore di Mapolres Jayawijaya.
Atas aksi tawuran tersebut, terdapat rumah warga yang rusak di seputaran Jalan Irian, di mana setelah dilakukan pengecekan terdapat 6 rumah warga yang dirusak sedangkan dari SMUN 1 Wamena ada tiga ruang kelas yang dirusak sehingga mengakibatkan kaca-kaca kelas runtuh akibat lemparan batu.
Setelah berhasil meredam aksi tawuran pelajar itu, Kepolisian Resor Jayawijaya langsung mengamankan 33 siswa-siswa ke Mapolres Jayawijaya untuk dimintai keterangan.
“Sejauh ini kami masih mendalami kejadian itu. Akar permasalahan semantara kami dalami dengan melakukan pemeriksaan terhadap 33 orang siswa yang saat ini kami amankan di Polres,” ungkap Watimena.
Ditegaskannya, pada prinsipnya setiap warga negara Indonesia harus patuh dan taat kepada hukum, jika memang membuat suatu tindakan yang sifatnya pidana harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Untuk tindak lanjut kedepan kami akan melakukan pemeriksaan terhadap setiap siswa-siswa yang terkait dalam aksi pada saat itu, dan juga pihak-pihak sekolah yang bertikai,” tegasnya.
Usai kejadian tersebut, baru dari pihak SMA Negeri 1 Wamena yang telah dimintai keterangan oleh Polisi. Baru dari pihak SMUN 1 Wamena yang dipanggil yaitu Kepala sekolahnya. Kami juga menginginkan segala situasi yang ada di wilayah hukum Polres Jayawijaya berharap agar selalu kondusif.
“Apabila ada kejadian-kejadian sekecil apapun kami menghimbau agar segera melaporkan ke pihak kepolisian untuk bagaimana menyelesaikan permasalahan itu, prinsipnya jangan ada main hakim sendiri,” demikian Kapolres Jayawijaya AKBP Johhny Eddizon Isir, S.ik, MTCP.
Namun dibalik tawuran yang terjadi ini, menyisakan cerita lain, dimana ada beberapa oknum anggota polisi yang kedapatan mengeroyok seorang pelajar dan mencoba merampasa kamera wartawan.
Tindakan kurang terpuji oknum polisi ini terekam melalui kamera seorang wartawan yang kemudian beredar di kalangan wartawan Papua. Dalam foto dan video tersebut, tampak beberapa oknum anggota polisi menarik seorang siswa dan kemudian memukul siswa tersebut menggunakan popor senjata, walaupun siswa tersebut tidak melakukan perlawanan. Dua orang polisi tampak menodongkan senjata mereka kepada siswa asli Papua tersebut sambil memukulnya menggunakan popor senjata. Peristiwa ini terekam wartawan sesaat setelah insiden tawuran antar pelajar di Wamena yang terjadi jumat (15/11).
Tak hanya memukul siswa, oknum polisi ini juga kedapatan ingin merampas kamera milik seorang wartawan. Di akhir rekaman video yang beredar di jejaring sosial ini, tampak beberapa oknum polisi berupaya merampas kamera milik seorang wartawan sambil berteriak, “Kita ini profesional e…!”
Kepala Sekolah SMA Negeri I Wamena, Yosep Sudarsono menyayangkan tindakan aparat ini. Menurutnya, semestinya siswanya diamankan dari serangan pelakar sekolah lainnya, bukan malah dilukai oleh polisi.
“Anak-anak kita mendapatkan perlakuan kurang pantas dari aparat (polis-red). Padahal kita ini kan posisinya bertahan dari serangan. Anak-anak kita banyak yang dapat pukul, sampai ini ada dua yang dibawa ke Rumah Sakit.” kata Kepala Sekolah SMA Negeri I Wamena ini.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jayawijaya, Iptu George Watimena mengatakan para siswa melakukan tindakan pelemparan dengan batu hingga merusak beberapa ruangan SMAN 1 Wamena dan beberapa rumah warga termasuk kendaraan masyarakat dan kendaraan dinas Polres Jayawijaya.
“Setelah dilakukan pengamanan, anggota polisi juga dikejar bahkan dilawan oleh anak-anak sekolah, sehingga dari aksi tersebut lima anggota Polisi menjadi korban pelemparan batu dan harus dilarikan ke rumah sakit, dan juga korban material lainya berupa 1 unit sepeda motor dinas milik Polres Jayawijaya dan mobil dinas Wakapolres Jayawijaya yang pada saat itu bersama-sama anggota lainya melakukan pengamanan,” ungkap George Watimena saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/11) di Mapolres Jayawijaya.
Video Pengeroyokan oleh Oknum Polisi bisa dilihat disini
Tinggalkan Komentar