News & Info
Home » Blog » Korban Jiwa Banjir Wasior 2 Orang, Banjir Diduga Akibat Aktivitas Pembalakan Liar

Korban Jiwa Banjir Wasior 2 Orang, Banjir Diduga Akibat Aktivitas Pembalakan Liar

Ketua DPRD Provinsi Papua Barat, Yohan Auri, menduga ada aktivitas pembalakan liar di Wasior yang kemudian memberikan dampak untuk terjadinya bencana alam. Untuk itu ia meminta kepada aparat penegak hukum bertindak tegas dan menyisir wilayah tersebut yang merupakan masuk dalam kawasan hutan lindung di Papua Barat. 

“Saya selama ini belum menerima laporan resminya untuk pembalakan liar disana, akan tetapi saya duga disana ada. Tetapi setahu saya kawasan Wasior ini masuk dalam hutan lindung, dan sudah ada Peraturan Daerah (Perda) yang melarang ada aktivitas penebangan pohon, dan bahkan sudah sejak jaman Belanda. Akan tetapi ini kembali lagi, perbuatan dari oknum yang tidak bertanggung jawab dan dampaknya kepada masyarakat yang menjadi korban,”ujarnya Kamis (14/11), saat ditemui di sela-sela persidangan di Pengadilan Negeri Jayapura.

Ia mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian bencana di Wasior yang mana wilayah tersebut adalah tempat asalnya. Ia mengaku berdasar informasi yang ia dapatkan, bencana tersebut sudah memakan 6 korban jiwa, dimana 2 diantaranya meninggal dan 4 yang ditemukan hanyut dibawa arus air.

“Saya prihatin karena ini pas di kampung saya juga, bencana ini saya kira menjadi teguran. Kenapa saya katakan demikian karena saya lihat dari  pemerintahan dalam hal ini pimpinannya sampai kebawah jarang ada di tempat, dan ini bagaimana masyarakat bisa diperhatikan dengan baik, bagaimana suatu daerah dapat berkembang dengan ke arah yang lebih baik. Ini bukan rahasia lagi sehingga saya sebagai putra daerah dari sana, sangat prihatin akan hal ini. Saya berharap masyarakat yang ada disana harus banyak berdoa dan berbuat kebaikan,”terangnya.

Ia melanjutkan, sejak menjadi Ketua DPRD Papua Barat ia telah sering menyerukan kepada pemerintah setepat di Wasior supaya dana yang turun dari pusat, termin awalnya sebaiknya digunakan untuk melakukan normalisasi sungai-sungai.
“Yang utama sebab kejadian banjir itu dikarenakan sungai-sungai yang meluap, sehingga disitu masalahnya. Sehingga kalau sungainya sudah dinormalisasi secara baik, setelah itu baru kita lakukan pembangunan infrastruktur, ataupun bangun rumah untuk masyarakat. Tetapi ini Pemda Kabupaten karena permintaan masyarakat kemudian membangun rumah disana, sehingga ini masalah baru,”tandasnya.

Sementara itu,  petugas BPBD Kabupaten Teluk Wondama menyebutkan dua warga yang hilang terbawa arus sungai yang meluap pada Rabu (13/11) pagi telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi alias tewas.
“Karen Nunaki dan Charles Torey yang sempat dinyatakan hilang sudah ditemukan kemarin sore. Info yang kami terima jenazahnya sudah diambil keluarga dan sedang disemayamkan,” kata Payung, petugas BPBD Kabupaten Teluk Wondama ketikla dihubungi Antara dari Jayapura, Kamis(14/11).

Ketika disinggung apa benar warga yang dinyatakan hilang lebih dari dua orang, Payung katakan hingga saat ini pihaknya sedang mengkroscek informasi tersebut dilapangan.

“Kami sedang menelusuri informasi bahwa ada lagi empat orang yang dikatakan hilang, hanya saja kami terkendala dengan situasi Kota Wasior dan beberapa kampung yang dihajar air sungai sehingga banyak material tanah, pasir bercampur batang pohon menggenangi sejumlah tempat,” katanya.

Belum lagi, terdata ada tiga jembatan yang putus, delapan rumah yang rusak dan sejumlah fasilitas umum yang ikut tergenang lumpur dan air.

“Untuk kerugian kami sedang mendata, belum bisa pastikan berapa jumlahnya termasuk berapa banyak warga yang luka-luka atau pun mengungsi,” katanya seraya menambahkan akses informasi dalam kota juga terbatas karena ada sejumlah jaringan yang rusak.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga dari tiga distrik atau kecamatan dan sejumlah kampung di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Rabu sekitar pukul 09.55 WIT panik karena meluapnya sejumlah anak sungai yang ada di daerah tersebut.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.