2 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Di Wasior
Setidaknya dua orang Kamis siang (14/11) masih dinyatakan hilang dalam bencana banjir yang terjadi di wilayah Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Rabu (13/11) pagi.
Bencana banjir juga memporak-porandakan sedikitnya 8 rumah warga. Sementara, puluhan rumah lainnya rusak berat dan ringan.
Kepala Kepolisian Daerah Papua, Tito Karnavian mengatakan, pihaknya bersama TNI dan pemerintah setempat sudah mengevakuasi warga sejak kemarin. Warga sudah ditempatkan di tempat-tempat pengungsian yang sudah disediakan.
“Banjir (ini) beda dengan tahun 2012 besar sekali ya. Jadi langkah yang sudah kita lakukan adalah evakuasi bekerja sama dengan TNI, terutama jembatan ini diupayakan untuk bisa daiktifkan kembali bekerja sama dengan TNI dan Pemda,” ungkap Tito di Jayapura, Kamis (14/11).
Tito Karnavian mengatakan, ia sudah berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Papua Barat terkait dengan tanggap darurat maupun penanggulangan bencana.
“Saya sudah minta untuk segala kekuatan diturunkan untuk membantu korban bencana, baik dari tenaga SAR maupun kesehatan. Sebab kami Polri dan TNI tidak punya sumberdaya, tapi punya keinginan untuk membantu,” jelas Tito.
Menurut dia, pihaknya sudah menurunkan sedikitnya 200 personil ke lokasi bencana untuk membantu proses evakuasi dan penanggulangan bencana.
Lokasi yang terkena banjir cukup parah adalah Kampung Kabow, Distrik Wandiboi, Kampung Manggurai dan Kompleks Anggresi di Distrik Wasior Kota. Di Distrik Wandiboi, warga terpaksa di evakuasi lewat laut, sebab jembatan yang menghubungkan distrik ke ibukota kabupaten hanyut terbawa derasnya arus sungai yang meluap.
Banjir terjadi akibat hujan deras yang turun terus-menerus selama dua hari di wilayah Kabupaten Teluk Wondama menyebabkan lima sungai di distrik Wasior, Wandiboy dan Raise meluap dan menyebabkan banjir.
Bencana banjir ini bukan kali pertama terjadi di Teluk Wondama. Sebelumnya pada Oktober 2010 lalu banjir bandang menerjang wilayah itu. Belasan orang tewas, ratusan rumah dan bangunan pemerintah hancur. Penyebab banjir diketahui akibat penebangan pohon oleh beberapa perusahaan HPH setempat.
(Sumber : KBR68H)





Tinggalkan Komentar