INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » 9 Jemaat Tolak Pemekaran Kelasis Ekadide, BPH Sinode Kingmi Didesak Batalkan Rencana!

9 Jemaat Tolak Pemekaran Kelasis Ekadide, BPH Sinode Kingmi Didesak Batalkan Rencana!

(9 Jemaat Tolak Pemekaran Kelasis Ekadide, BPH Sinode Kingmi Didesak Batalkan Rencana!)

Paniai, 1 Agustus 2025 – Kehadiran rencana pemekaran Kelasis Ekadide memicu kekacauan publik di lingkungan Gereja Kingmi Sinode Papua. Polemik ini mencuat setelah pengajuan pemekaran pada Rakesin III di Jayapura, 24 April 2025, yang dinilai sarat kejanggalan dan mendapat penolakan keras dari 9 jemaat di wilayah tersebut.

Kisruh bermula dari dugaan pemalsuan tanda tangan Ketua Kelasis Agabarat, Sepanya Nawipa, dalam rekomendasi pemekaran. Nawipa membantah keras keterlibatannya dan menegaskan bahwa ia tidak pernah menandatangani dokumen tersebut.

Sebagai respon atas polemik yang berkembang, Badan Pengurus Harian (BPH) Sinode Kingmi Papua melakukan tinjauan lapangan pada 29 Juli 2025 di Jemaat Sion Obaipugaida. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Ketua Sinode Pdt. Marten Keiya, S.Th., Penasihat Sinode Zet Yeimo, SH., Koordinator Paniai Pdt. Gelard Gobai, S.Th., dan Ketua Kelasis Weyadide Pdt. Yunus Yogi, S.Th.

Namun, kehadiran tim BPH tidak meredam gejolak. Justru muncul penolakan keras dari umat dan kaum profesional gereja wilayah Ekadide yang telah membentuk Tim Penolakan Pemekaran, dipimpin oleh Ev. Otniel Degei. Mereka menyatakan telah menyurati BPH Sinode dan Koordinator Paniai untuk membatalkan permohonan pemekaran, karena tidak mencerminkan aspirasi jemaat.

“Pemekaran ini dipaksakan dan hanya memecah konsentrasi pelayanan. Apalagi, banyak yang terlibat dalam tim pemekaran bukan dari latar belakang hamba Tuhan,” ujar Otniel.

Perdebatan pun berlanjut ke media sosial, khususnya grup WhatsApp “Pemuda Kelasis Agabarat”. Kaum profesional gereja menyatakan kehadiran BPH, kecuali Pdt. Marten Keiya, tidak membawa solusi, malah dianggap memperkeruh suasana.

Salah satu majelis jemaat, Noak Yeimo, menegaskan bahwa ekonomi jemaat sedang sulit dan pelayanan sudah berjalan baik di bawah Kelasis Agabarat. “Kalau semua pemekaran dibebankan kepada jemaat, untuk apa ada Sinode?” tegasnya.

Penolakan terhadap pemekaran Kelasis Ekadide dinyatakan secara resmi oleh seluruh elemen jemaat di wilayah tersebut. Mereka meminta BPH Sinode Kingmi Papua tidak mengganggu pelayanan yang sudah berjalan baik di Kelasis Agabarat.

[Nabire.Net/John Nawipa]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.