Bupati Nabire, Isaias Douw, meminta kepada semua SKPD, pejabat penata, bendahara pengeluaran, bendahara penerima dan bendahara barang agar memberikan laporan pertanggung jawaban keuangan tepat waktu sebelum permintaan pencairan dana tahap berikutnya. Hal ini diungkapkan Bupati Isaias Douw saat membuka Pelatihan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah Berbasis Web tahun 2014 kepada semua SKPD di Nabire, berlangsung dari tanggal 24 februari s/d 1 maret 2014 berlokasi di kantor BPKAD Nabire.
Pelatihan Sistem Informasi keuangan Daerah Berbasis Web tahun 2014 kepada 48 SKPD ini diikuti oleh 240 orang peserta. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberi pembekalan kepada aparatur pegelola keuangan SKPD khususnya kepada BPKAD dan bendahara untuk dapat melakukan proses pencairan dana sampai dengan pertanggung jawaban dan laporan keuangan dengan cepat, tepat, benar, secara online sesuai peraturan keuangan yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPKAD kabupaten Nabire, Bambang Hadi Susanto, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan kepala Bidang Anggaran, Slamet, kepada Bupati melaporkan, sampai 24 februari 2014 masih ada 33 SKPD yang belum menyelesaikan pertanggung jawaban sebesar Rp 4.816.717.000,-, sedangkan SKPD yang sudah menyelesaikan pertanggung jawaban sebanyak 10 SKPD , dan 9 SKPD lagi dalam proses verifikasi.
Dikatakan Slamet, pada saat penutupan pelatihan nanti, sebagai apresiasi terhadap keseriusan SKPD dalam mengelola keuangan, akan diberikan penghargaan dengan kriteria tepat waktu menyampaikan SPC, tepat waktu menyampaikan laporan keuangan, dan keseriusan dalam mengikuti pelatihan sampai selesai.
Bupati Isaias Douw meminta kepada BPKAD untuk tidak mencairkan dana kepada SKPD yang belum menyelesaikan laporan keuangan.
Pelatihan ini menghadirkan nara sumber dari Kementerian keuangan pusat, Kepala kantor Pajak Nabire, Ketua Bappeda Nabire, para kepala bidang di lingkungan BPKAD, dan konsultan Global Intermedia Nusantara sebagai aplikator kabupaten Nabire.
Tinggalkan Komentar