INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Diklat Auditor Tuntas, Inspektorat Deiyai Siapkan SDM Pengawasan yang Lebih Kompeten

Diklat Auditor Tuntas, Inspektorat Deiyai Siapkan SDM Pengawasan yang Lebih Kompeten

(Diklat Auditor Tuntas, Inspektorat Deiyai Siapkan SDM Pengawasan yang Lebih Kompeten)
(Diklat Auditor Tuntas, Inspektorat Deiyai Siapkan SDM Pengawasan yang Lebih Kompeten)

Nabire, Inspektorat Kabupaten Deiyai terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi pengawasan pemerintahan. Penguatan sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun organisasi pengawasan yang mampu bekerja secara efektif dan responsif.

Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Kabupaten Deiyai, Peter Joharry Matakena, S.STP., M.Tr.IP., dalam acara penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Jabatan Fungsional Auditor Ahli Pertama di lingkungan Inspektorat Kabupaten Deiyai.

Kegiatan penutupan berlangsung di Hotel Carmel Nabire, Kamis (1/10/2026), dan menjadi penanda berakhirnya rangkaian pendidikan yang diikuti 25 peserta.

Penguatan SDM Jadi Prioritas

Dalam sambutannya, Peter menekankan bahwa pembangunan kapasitas aparatur perlu ditempatkan sebagai prioritas dalam penguatan kelembagaan Inspektorat.

Menurutnya, keberadaan sarana dan prasarana memang diperlukan untuk mendukung pekerjaan organisasi. Namun, fasilitas tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak dibarengi dengan aparatur yang memiliki kompetensi dan kemampuan memadai.

“Dalam benak saya, yang mau saya benahi adalah SDM. Kalau bicara sarana dan prasarana, itu dari belakang. Bentuk dulu sumber dayanya,” kata Peter.

Pernyataan tersebut menggambarkan arah pembenahan yang ingin didorong di lingkungan Inspektorat Kabupaten Deiyai. Pengembangan kemampuan aparatur dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mendukung pelaksanaan fungsi pengawasan pemerintahan.

Dengan SDM yang memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai bidangnya, Inspektorat diharapkan dapat menjalankan tugas pengawasan secara lebih optimal.

25 Peserta Rampungkan Proses Pendidikan

Sebanyak 25 peserta mengikuti seluruh tahapan Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional Auditor Ahli Pertama. Proses pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur yang nantinya memiliki peran dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan.

Perjalanan peserta tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran tatap muka. Rangkaian pendidikan juga mencakup pembelajaran mandiri dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Peter mengapresiasi ketekunan para peserta yang mampu menyelesaikan seluruh proses pendidikan meskipun menghadapi berbagai kondisi selama pelaksanaan kegiatan.

“Teman-teman belajar mandiri, kemudian kita lanjutkan dengan PJJ. Teman-teman juga mencari tahu bagaimana prosesnya. Bahkan ujung-ujungnya kita menggunakan tenda. Luar biasa, teman-teman bisa menyelesaikan semuanya,” ujarnya.

Menurut Peter, proses tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh kemauan peserta untuk terus belajar dan menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan.

Kompetensi Auditor Diharapkan Berdampak pada Pengawasan

Berakhirnya pendidikan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi pencapaian administratif bagi 25 peserta. Pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama diklat diharapkan dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Kehadiran aparatur dengan kompetensi auditor juga diharapkan memperkuat kemampuan Inspektorat dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Peter menyebut peningkatan kapasitas SDM dapat menjadi kekuatan bagi organisasi untuk bergerak lebih cepat dalam melaksanakan tugas.

“Dengan adanya sumber daya manusia, kita bukan berjalan lagi, tetapi kita berlari. Semangat yang sudah dibangun di sini harus terus dijaga,” katanya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar semangat belajar yang terbentuk selama pelaksanaan diklat dapat dibawa ke lingkungan kerja masing-masing.

Kekompakan Peserta Diminta Terus Dijaga

Selain kompetensi teknis, Peter menilai kebersamaan yang terbentuk selama proses pendidikan juga penting untuk dipertahankan.

Selama kurang lebih satu bulan, para peserta menjalani berbagai tahapan pembelajaran bersama. Interaksi tersebut diharapkan dapat membangun kekompakan yang kemudian mendukung koordinasi dalam pelaksanaan tugas di lingkungan pemerintahan.

“Yang sudah terbangun selama satu bulan ini kita jaga terus. Kita akan terus berlari ke depan untuk mewujudkan Enaimo Ekowai untuk Deiyai,” tegas Peter.

Ia berharap para peserta dapat membawa semangat tersebut ketika kembali menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Apresiasi untuk Pihak yang Mendukung

Dalam kesempatan tersebut, Peter turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Deiyai atas dukungan terhadap penyelenggaraan diklat.

Penghargaan juga diberikan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), para fasilitator, Person in Charge (PIC), serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian pendidikan dapat berjalan hingga selesai.

Dengan rampungnya Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional Auditor Ahli Pertama, Inspektorat Kabupaten Deiyai kini memiliki tambahan aparatur yang diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan fungsi pengawasan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan benar-benar diterapkan dalam pekerjaan. Dengan demikian, hasil diklat tidak berhenti pada sertifikat atau penyelesaian program, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pengawasan dan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Deiyai.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.