INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » 25 OAP Deiyai Ikuti Diklat Auditor Ahli Pertama, Perkuat Pengawasan Pemerintahan

25 OAP Deiyai Ikuti Diklat Auditor Ahli Pertama, Perkuat Pengawasan Pemerintahan

(25 OAP Deiyai Ikuti Diklat Auditor Ahli Pertama, Perkuat Pengawasan Pemerintahan)
(25 OAP Deiyai Ikuti Diklat Auditor Ahli Pertama, Perkuat Pengawasan Pemerintahan)

Nabire, Pemerintah Kabupaten Deiyai terus mendorong penguatan kapasitas aparatur pengawasan internal melalui pendidikan dan pelatihan auditor. Sebanyak 25 Orang Asli Papua (OAP) asal Kabupaten Deiyai mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Jabatan Fungsional Auditor Ahli Pertama di Nabire, Papua.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Carmel Kalibobo, Nabire, Senin (28/9/2026). Para peserta dipersiapkan untuk mengisi dan memperkuat fungsi pengawasan dalam lingkungan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Kabupaten Deiyai.

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Deiyai, Herman Pakage, S.T., mengatakan keikutsertaan puluhan peserta OAP tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pengawasan.

Dalam arahannya kepada peserta, Herman menekankan pentingnya keseriusan selama mengikuti seluruh tahapan pendidikan. Menurut dia, kemampuan auditor tidak hanya ditentukan oleh kelulusan dari pendidikan formal, tetapi juga oleh kemauan untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kompetensi.

“Rekan-rekan auditor harus belajar semaksimal mungkin supaya ke depan kita dapat bekerja secara akuntabel,” kata Herman.

Ia menyebut penguatan kapasitas auditor memiliki posisi penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Auditor, kata Herman, diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pemeriksaan, tetapi juga dapat memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam mencegah terjadinya penyimpangan.

“Kita harus melakukan pendampingan agar Deiyai bersih dari praktik-praktik korupsi,” ujarnya.

Herman juga memberikan apresiasi kepada tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang ikut mendukung proses peningkatan kapasitas auditor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penting karena pelaksanaan program peningkatan kompetensi aparatur juga menghadapi keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut tercermin dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang dimiliki pemerintah daerah.

Karena itu, Inspektorat Kabupaten Deiyai berharap kerja sama dengan BPKP dapat terus berlanjut, termasuk apabila pemerintah daerah nantinya mengembangkan kelas atau program pelatihan auditor secara lebih berkelanjutan.

“Kami mohon kepada tim BPKP untuk tidak bosan-bosannya memberikan dukungan. Kalau melihat DPA kami yang terbatas, ke depan kami ingin membuka kelas,” ujar Herman.

Ia juga mengingatkan para peserta bahwa status sebagai auditor ahli pertama bukanlah akhir dari proses peningkatan kompetensi. Jabatan fungsional tersebut justru menuntut aparatur untuk terus mengembangkan kemampuan sesuai dengan perkembangan tugas pengawasan pemerintahan.

“Setelah ini rekan-rekan menjadi auditor ahli pertama, bukan berarti selesai. Ke depan kalian harus terus belajar,” katanya.

Kehadiran 25 peserta OAP dalam program tersebut juga menjadi perhatian karena menunjukkan adanya upaya pemerintah daerah menyiapkan sumber daya manusia asli Papua untuk menjalankan fungsi strategis dalam birokrasi pemerintahan.

Bagi masyarakat, penguatan kapasitas APIP memiliki kaitan dengan kualitas pengelolaan pemerintahan. Aparatur pengawasan yang memiliki kompetensi diharapkan mampu membantu pemerintah daerah mengidentifikasi potensi persoalan sejak dini, memberikan rekomendasi perbaikan, serta mendorong penggunaan anggaran dan pelaksanaan program secara lebih tertib dan akuntabel.

Dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan tersebut, para peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas setelah kembali menjalankan fungsi pengawasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai.

Pemerintah Kabupaten Deiyai juga membuka peluang untuk melanjutkan pengembangan kompetensi auditor melalui dukungan dan kerja sama dengan pihak terkait. Upaya tersebut diarahkan untuk membangun kapasitas pengawasan internal yang semakin kuat sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel di Kabupaten Deiyai.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.