Sedikitnya 18 ribu proposal bantuan dana yang diajukan masyarakat ke pemerintah Provinsi Papua dibakar siang tadi di halaman kantor Gubernur Papua. Pembakaran dilakukan tepat di atas tanah bekas pohon beringin yang telah ditebang beberapa waktu lalu.
Pembakaran ini dipimpin langsung oleh Gubernur Papua,Lukas Enembe dan disaksikan langsung oleh ratusan orang yang mengajukan proposal.
Gubernur Lukas Enembe menegaskan, blangko proposal palsu yang dibagikan oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut merupakan bentuk penipuan yag luar biasa. Dengan tujuan untuk menjatuhkan kepemimpinan dirinya bersama wakil Gubernur, Klemen Tinal.
“Proposal ini dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Tidak boleh dengan proposal ini menciptakan konflik antara satu masyarakat dengan yang lainnya. Hari ini saya akan bakar, resmi di pohon yang tidak benar ini juga saya bakar disini. Buka dan bakar, disaksikan semua orang. Yang lakukan ini adalah Gubernur Papua,” tegas Lukas Enembe.
Gubernur Papua Lukas Enembe mengimbau, agar ke depan masyarakat tidak lagi mengajukan proposal bantuan dana ke pemerintah provinsi. Sebab program pemberian bantuan dana tersebut sudah diubah dan dialihkan ke setiap kabupaten melalui dana Otsus 80-20. Persentasenya, dana otonomi khusus 80 persen akan dikelola oleh kabupaten/kota dan 20 persen lainnya dikelola oleh pemerintah provinsi.
“Jadi sekarang kalau mau minta bantuan itu langsung minta ke walikota atau bupati tidak boleh lagi minta langsung ke Gubernur,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sementara untuk bantuan usaha bagi mama pedagang, pemerintah Provinsi akan membantu dalam bentuk kredit. Ia juga sudah memerintahkan setiap kabupaten/kota untuk menginvetarisir mama pedagang tersebut.
Ia mengakui, bulan ini pemerintah Provinsi akan meresmikan Lembaga Penjamin Kredit yang akan membantu para pedagang untuk mengajukan kredit. Sedangkan bantuan pendidikan itu sudah menjadi kewenangan kabupaten/kota melalui dana Otsus.
Lebih jauh kata Lukas, ia sudah meminta kepolisian untuk menyelidiki kasus dugaan penyebaran blangko proposal tersebut. Blangko itu dibeli oleh warga seharga Rp 30 ribu perlembarnya.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe membuat sayembara berhadiah Rp 50 juta bagi masyarakat yang mampu menyampaikan informasi mengenai siapa otak dibalik penyebar proposal/blangko palsu soal adanya bantuan dari gubernur senilai puluhan juta.
“Saya dapat perintah dari Gubernur untuk segera buat pengumuman tentang undian berhadiah yang ditujukan bagi masyarakat umum dan bagi mereka yang memberi informasi tentang siapa pelaku pertama yang memberi informasi tak benar itu, apabila ada yang mampu, maka akan diberi hadiah oleh Gubernur Papua sebesar Rp50 juta. Dan berita ini juga sebagai pengumuman resmi kepada masyarakat, blangko itu tidaklah benar,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Papua, Anni Rumbiak kepada wartawan, di Jayapura, Jumat (12/7).
Dijelaskannya, bagi masyarakat yang akan menyampaikan informasi dimaksud dapat langsung menghubungi staf Biro Humas dan Protokol Setda Papua. Sementara pihak Biro Humas Papua akan di back up oleh pihak kepolisian untuk mengolah sejumlah data maupun informasi yang disampaikan oleh warga.
“Jadi nanti, masyarakat yang akan melapor langsung saja ke Biro Humas dan Protokol Setda Papua. Ya memang untuk saat ini secara manual tapi tidak menutup kemungkinan setelah kami melapor kepada Gubernur, mungkin kita akan membuka line telepon untuk bisa menjaga kerahasiaan bagi pelapor,” jelasnya.
Saat ditanya apakah ada batas waktu dalam sayembara ini, ujar Anni Rumbiak, sayembara sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. “Tapi tentunya kita berharap agar bisa menerima informasi secepatnya dari masyarakat. Supaya masalah ini bisa secepatnya tuntas, dan kita bisa mengumumkan kepada masyarakat siapa pelaku penyebar blangko palsu ini,” ujarnya.
Leave a Reply