INFO PAPUA
Home » Blog » 16 Siswa Baru SMAK Deiyai Telah Mengikuti MPLS Tahun Pelajaran 2017/2018

16 Siswa Baru SMAK Deiyai Telah Mengikuti MPLS Tahun Pelajaran 2017/2018

Sebanyak 16 siswa baru yang mendaftarkan diri di Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Aweidabi Deiyai, telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2017/2018. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 10 s/d 12 juli 2017, bertempat di ruang kelas SMAK Aweidabi Deiyai, Waghete II, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua.

Kepala Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Aweidabi, Pastor Michael Tekege Pr, rabu tadi (12/07) resmi menutup kegiatan MPLS tersebut, didampingi Wakasek Kesiswaan, Agustian Tatogo, Ketua Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Touye Paa Paa (STK-TP), Willem Bukega, para guru SMAK Aweidabi dan juga siswa baru.

Ketua Panitia Penerimaan Siswa Baru SMAK Aweidabi Deiyai, Donatus Mote, dalam laporannya menyampaikan, siswa yang mendaftarkan diri sebanyak 16 orang, dan ada juga yang telah mengambil formulir pendaftaran tetapi belum dikembalikan.

“Ya, sekitar 16 siswa yang mendaftar di SMAK Aweidabi Deiyai, saat ini yang telah mengikuti MPLS 13 orang siswa, 3 siswa tidak mengikuti MPLS tahun ini dan akan mengikutinyA tahun depan,” ungkap Donatus Mote dalam laporan singkatnya.

Lebih lanjut Donatus Mote mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya telah memberikan beberapa materi kepada siswa baru diantaranya hari pertama ibadah singkat, Sejarah Singkat SMAK Aweidabi Deiyai, dan Pengetahuan Umum Agama. Hari kedua Potensi Diri Siswa, dan Wiyata Mandala. Sedangkan di hari ketiga, diberikan materi Cinta Lingkungan Sekolah, serta ibadah singkat.

“Pengetahuan tidak bisa dibeli dengan uang, kalau ijazah pasti kita bisa beli di banyak tempat. Oleh karena itu kami harap otak kalian
jadikan Noken yang bisa mengisi buku, pulpen, Madah Bakti, Alkitab, Rosaria dan lain-lain. Dan jadikan noken sebagai noken pengetahuan dan akhirnya bisa membagi-bagi ilmu kepada orang lain” ungkap Donatus Mote.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Aweidabi Deiyai, Pastor Michael Tekege Pr, dalam
sambutannya mengatakan, siswa SMAK harus tampil berbeda dengan siswa lain di SMA dan SMK, inikan sekolah keagamaan, sekolah Katolik. Dan bedakan antara SMA, SMK, dan SMAK dan SMP. Kalau SMAK adalah Sekolah Menengah Agama Katolik sedangkan SMP itu adalah sekolah menengah Pertama. Siswa baru yang masuk tahun ini adalah angkatan keenam.

“Siswa baru yang akan masuk di SMAK Aweidabi harus tampilkan sikap, ilmu dan keterampilan sesuai dengan Visi dan Misi Sekolah kita, jangan hanya ilmu saja yang tinggi tetapi sikapnya jelek, imbangi antara ilmu dan sikap. Dan jangan membuat kacau di lingkungan masyarakat. Tunjukan siswa sikap dan ilmu dimasyarakat dimana tempat tinggal anda”, beber Pastor Michael Tekege Pr.

[Nabire.Net/Yulianus.Mote]

 

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.