10 Anggota Brimob Yang Tewaskan Otianus Sondegau Akan Diperiksa Tim Investigasi Polda Papua
Sebanyak 10 anggota Brimob akan diperiksa tim investigasi dari Polda Papua terkait insiden penembakan remaja bernama Otianus Sondegau (15), Sabtu (27/8).
Penembakan Otinius telah memicu amarah warga setempat. Sambil membawa jenazah Otianus, sekitar 200 orang berunjuk rasa di Markas Polsek Sugapa. Massa kemudian secara spontan membakar bangunan Mapolsek Sugapa.
Saat itu, sebanyak 15 anggota Polsek tak mampu menghentikan aksi massa yang mencapai ratusan orang itu.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Patrige Renwarin mengatakan, sebanyak tiga anggota Profesi dan Pengamanan Polda Papua yang berada dalam tim investigasi.
“Mereka yang akan memeriksa 10 anggota Brimob itu. Pemeriksaan ini mengungkap motif di balik aksi pengejaran terhadap korban dan rekannya. Selain itu, pemeriksaan ini untuk mengetahui jenis peluru yang digunakan mereka pada saat insiden,” kata Patrige ketika dikonfirmasi di Jayapura, Selasa (30/8).
Dia menuturkan, tim investigasi yang dipimpin Wakapolda Papua Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja masih berupaya membujuk pihak keluarga untuk mengotopsi jenazah korban.
“Dengan otopsi, kami bisa mengetahui apakah luka korban karena terkena tembakan atau benda lainnya,” tutur Patrige.
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyesalkan terjadinya insiden penembakan warga di Sugapa. Ia pun berharap agar proses investigasi oleh tim yang diterjunkan Polda Papua berjalan secara transparan.
“Apabila ada oknum aparat yang terbukti bersalah dalam insiden ini, maka ia tak boleh hanya dikenakan sanksi kode etik namun juga sanksi pidana,” tambah Poengky.
(Kompas)
noakh nawipa
Apa motif pengejaran dan Penembakan anak2 sekolah. Apakah mereka dipancing dengan minuman keras tujuannya menghabisi anak2 muda? Gejalah menghabisi anak2 muda itu sdh menjadi trend sejak tahun 2014.Kita tidak tahu, kita tunggu polisi utk mengungkap masalah ini.