Workshop E-Learning Di SMA Kristen Anak Panah Nabire Berakhir

Berakhir sudah kegiatan Workshop E-Learning Nabire Papua yang mengusung tema: “Teknik Pembuatan Materi dan Soal secara Online dalam Pembelajaran Digital menghadapi Revolusi Industri 4.0” yang berlangsung hari Sabtu, 25 Agustus bertempat di Aula SMA Kristen Anak Panah Nabire.

Kehadiran sekitar 115 Guru di kota Nabire dari TK, SD, SMP dan SMA/SMK hampir memenuhi aula tersebut. Dengan penuh antusias para guru ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Acara yang disponsori oleh EPSON bekerja sama dengan PGRI, IG TIK PGRI, KOGTIK dan SMA Kristen Anak Panah yang merupakan salah satu sekolah unggulan dibawah naungan Yayasan PESAT Nabire berlangsung dengan meriah.

Acara ini dibuka oleh Ketua Yayasan PESAT Nabire yang diwakili oleh Koordinator Pendidikan Bapak Yohanes Eddie Sutopo, S.Th.

Dalam sambutannya Eddie Sutopo mengatakan pentingnya para guru untuk mengembangkan diri dan menyeimbangkan diri dalam kemajuan Teknologi.

“Jangan sampai ada guru yang Gaptek (gagap teknologi) sehingga siswanya lebih pintar dari gurunya. Guru harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi”, tegasnya.

Kegiatan ini diawali sesi presentasi oleh Muhammad Noval sebagai Product Marketing PT. EPSON Indonesia, yang memaparkan mengenai produk unggulan berupa Proyektor Epson EB-S400 (SVGA 3,200 lumens), Epson EB-X400 (XGA 3,300 lumens) dan Epson EB-X450 (XGA 3,600 lumens).

Mas Noval (sapaan akrab Muhammad Noval) menerangkan beberapa keunggulan proyektor EPSON: 1. Tombol Home (Jalan pintas untuk mempermudah proyektor disesuaikan dengan kebutuhan) 2. Auto Power On (Hidup Otomatis setelah menerima sinyal, tidak memerlukan remote); 3. Auto Source Search (Pencarian Otomatis ke sumber, bila tidak ada proyektor otomatis standby); 4. Dongle ELPAP10 (Wireless Option); 5. Multi-PC Projection Moderator (mampu menampilkan 4 input sekaligus mempercepat penilaian guru terhadap siswa dengan menggunakan dongle ELPAP10); 6. Hemat biaya dan mudah perawatan (lampu proyektor mampu bertahan hingga 10.000 jam pada mode ekonomis). Kehadiran Projector EPSON memberikan banyak kemudahan dan banyak keistimewaan, karena segala fitur yang disediakan memberikan kualitas hasil proyeksi yang sempurna dan sangat bagus. 7. Layanan EPSON Sales & Services Partner, ASIA CENTRAL COMPUTER Jl. Pemuda, Nabire Papua, PIC Riki 081240227333.

EPSON merupakan salah satu merk Proyektor dan Printer dengan penjualan nomor satu di dunia. Kehadiran produk EPSON ini diharapkan dapat membantu dunia pendidikan khususnya guru dalam penyajian materi kepada peserta didik dengan mudah.

Diakhir sesi ini Mas Noval memberikan kuis berhadiah 1 buah printer EPSON L360, yang dimenangkan oleh Bapak Sutrisno, S.Pd, M.MPd (Kepala Sekolah SMA Al-Madina Nabire).

Pada kesempatan ini hadir memberikan materi, SekJen KOGTIK (Komunitas Guru TIK dan KKPI) Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. Seorang Guru Blogger, Narasumber Nasional, Guru dan Dosen Komputer.

Dengan penuh semangat om Jay (sapaan akrab pak Wijaya Kusumah) mengajak peserta wokshop untuk bisa mengekslopari kemampuan dirinya. Melalui tips dan trik sederhana membimbing para guru untuk belajar mengenal E-learning. Pengalaman-pengalaman berharga dari om Jay melewati proses demi proses menjadi seorang guru yang kreatif dan produktif disampaikan dengan lugas.

Turut memberikan materi Dra. Betti Risnalenni, MM mengenai Senam Otak (Brain Gym) yang bermanfaat untuk mengoptimalkan otak kiri dan otak kanan. Salah satu tujuan dari Senam Otak ini adalah untuk meningkatkan fokus dan kreatifitas. Manfaat lainnya adalah bisa membantu mengurangi stress dan memperbaiki suasana hati.

“Senam otak ini sangat bagus untuk guru dalam menstimulasi otak anak yang susah belajar. Anak akan lebih fokus dalam belajar”, demikian penuturannya.

Sesi pamungkas menjadi sesi yang paling dinantikan yaitu sesi praktik penggunaan E-learning dengan menggunakan Moodle yang dipandu oleh Siti Zahra Suherman. Salah satu anggota tim KOGTIK yang hadir bersama Om Jay dan ibu Betti. Namun sangat disayangkan sesi ini mengalami kendala karena jaringan internet yang tidak maksimal.

Koneksi jaringan yang disiapkan belum mampu menghantarkan semua peserta untuk bisa mengakses laman http://lms.onnocenter.or.id/moodle/ sebagai tempat pembelajaran online. Keterbatasan akses internet di kota Nabire ini menjadi masalah serius dan perlu tanggapi oleh stakeholder baik Pemerintah Daerah maupun dinas yang terkait.

Pada akhir materi yang diberikan oleh tim KOGTIK, Om Jay mengajak semua peserta untuk kreatif dalam menghadapi masalah dalam pembelajaran. Sebelum workshop berakhir diadakan lagi pengundian 1 unit printer EPSON L360 bagi semua peserta. Peserta yang jawabannya benar dan beruntung mendapatkan hadiah tersebut adalah Bapak Arief Eko Irianto, ST dari SMK Pongtiku Nabire.

“Luar biasa, semangat bapak/ibu guru di Nabire berbeda dengan yang di Jakarta. Biasanya guru mengikuti kegiatan ini hanya untuk mendapatkan sertifikat tapi berbeda dengan di kota Nabire, mereka rela menunggu sampai akhir kegiatan. Ini sangat membanggakan”, ujar Om jay akhir pertemuan bersama Panitia.

[Nabire.Net/CW]


Silahkan Komentar

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.