Warga Minta PDAM Tirta Adrian Nabire Tindak Pencurian Air Dengan Sambungan Ilegal
Nabire – Pencurian air dengan sambungan ilegal sangat meresahkan dan merugikan warga, dan seharusnya juga merugikan penyedianya dalam hal ini PDAM. Hal serupa juga terjadi di Nabire.
Hal inilah yang dialami Agus, warga Kampung Harapan Nabire. Agus dulunya merupakan pelanggan PDAM dan rajin membayar tagihan PDAM.
Namun seiring waktu, Agus kecewa dengan ketegasan dari petugas PDAM Tirta Adrian. Kekecewaan itu diakibatkan tidak tegasnya petugas PDAM terhadap warga yang melakukan sambungan ilegal dari pipa distribusi.
Akibatnya debit air ke rumah milik Agus makin hari makin mengecil, bahkan terkadang tidak keluar air karena rumah Agus posisinya agak tinggi.
Persoalan ini sudah tiga kali ia laporkan ke PDAM Tirta Adrian, namun hal itu tidak pernah digubris. Akhirnya Agus memilih untuk berhenti daripada harus terus membayar air yang tidak maksimal ia nikmati.
Senasib dengan Agus, Maman warga di Girimulyo (Batalyon) juga mengeluhkan hal yang sama. Dikatakan Maman, semenjak ada pipa karet, air di jalan Batalyon tidak mengalir. Hal itu sudah ia adukan ke petugas PDAM, namun tak kunjung digubris, ia pun memilih berhenti, walaupun hingga saat ini, layanan PDAM miliknya masih belum diputus.
Penertiban sambungan ilegal ini penting dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menurunkan tingkat kehilangan air. Agus berharap agar pihak PDAM bisa peka dan berani menindak para pengguna sambungan ilegal. Bila perlu hal itu bisa dipidanakan sehingga pengguna sambungan ilegal jera dengan perbuatannya.
Persoalan pencurian air dan sambungan ilegal ini masih terjadi karena masyarakat kurang peka dan banyak yang belum paham akan tindakan pelanggaran tersebut. Padahal kalau persoalan ini bisa dideteksi lebih dini, maka kerugian akan hilangnya air ratusan ribu kubik dari PDAM bisa terselamatkan dan kiriman air ke pelanggan tidak mengalami hambatan serta penurunan kuantitas dan kualitas air.
[Nabire.Net]



Leave a Reply