Luas Tambah Tanam Padi Untuk Bulan Maret 2019 Di Nabire Baru Capai 11.75Ha Dari Target 544Ha

Nabire – Bertempat di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Rabu (20/03) telah dilakanakan kegiatan penanaman sekaligus panen padi yang dilaksanakan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Papua, bersama dengan Dinas Pertanian Nabire, Dandim 1705/Paniai, BPS Nabire serta para petani dari Kampung Bumi Raya.

Koordinator Program BPTP Papua, DR. Ir. Martina Sri Lestari MP dalam kesempatan tersebut mengatakan, Nabire sebagai kabupaten penyangga Merauke dalam hal penyediaan beras, adalah harapan di Papua saat ini, oleh karena itu dirinya berharap Luas Tambah Tanam (LTT) di Nabire bisa digenjot.

Ditambahkan, Martina, untuk bulan Maret 2019, target dari Program Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) mencapai 6000 Hektare, namun program ini sedikit terhambat dengan adanya bencana banjir di Jayapura.

Sementara di Nabire sendiri, capaian Luas Tambah Tanam (LTT) untuk bulan Maret 2019 ditargetkan seluas 544 Hektare, namun baru mencapai 11.75 Hektare atau  baru 2% di 2 pekan pertama bulan Maret.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Nabire, Bernard Suhardi mengakui masih kurangnya capaian LTT di Nabire, hal ini disebabkan proses pelaporan yang berjalan kurang baik, artinya petani sudah melakukan penanaman, tapi mereka belum melaporkan hal tersebut ke petugas.

Oleh karena itu, Bernard mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi capaian LTT dengan melakukan konsolidasi internal yang akan melibatkan mantri tani dan penyuluh.

Di tempat yang sama, Dandim 1705/Paniai, Letkol Inf Jimmy T.P Sitinjak mengatakan, TNI senantiasa berupaya agar program cetak sawah bisa berjalan baik guna mendukung program Upsus Pajale dari Kementerian Pertanian,

Kata Dandim, pada dasarnya TNI hanya memberikan dorongan kepada petani untuk menambah luas tambah tanam, dan TNI sendiri siap melakukan pendampingan seperti yang sudah dilaksanakan selama ini oleh Babinsa Pendamping yang selalu memantau perkembangan kegiatan bahkan turut serta dalam setiap kegiatan petani, sekecil apapun di lapangan.

Di akhir kegiatan, Tim Upsus, DR. Martina dan Ressa didampingi Kasie Lahan & Irigasi Sarana dan Prasarana, Asrudin melakukan survey terhadap calon lahan yang akan dicetak sawah seluas 70 ha di Kampung Kalisemen dan Kampung Wadio.

Selama berada di Nabire, Tim Upsus Pajale juga ikut berkoordinasi dengan pihak lain seperti Stasiun Metereologi Nabire. Koordinasi ini dimaksudkan untuk bekerjasama dengan Stasiuns Metereologi dalam hal penyampaian informasi cuaca dan iklim di Nabire sehingga kegiatan LTT di Nabire bisa berjalan lancar.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *