Kodam Cendrawasih Akan Cek Dugaan Keterlibatan Oknum TNI Yang Backup Kapal Emas Di Nabire

(Dok. Kapal Keruk Emas Di Nabire)

(Dok. Kapal Keruk Emas Di Nabire)

Nabire – Keberadaan kapal keruk emas di KM 102 Siriwo, Distrik Siriwo, kabupaten Nabire, menghebokan warga Nabire. Kapal keruk emas yang dimiliki oleh PT. Jichuan tersebut tak memiliki ijin operasi.

Bahkan keberadaan kapal ini mendapat perhatian dari pemerintah provinsi hingga Kodam XVII/Cendrawasih. Kodam Cendrawasih sendiri ingin mengetahui kebenaran isu terkait adanya oknum anggota TNI yang diduga terlibat dalam pembuatan kapal tersebut.

Wakapendam XVII/Cendrawasih, Letkol Inf Dax Sinaturi mengatakan akan segera mengecek informasi tersebut.

“Iya, terima kasih. Akan kami cek isu atau informasi tersebut ke jajaran di lapangan,” kata Wakapendam di Jayapura, Rabu (10/07), seperti dilansir dari Kantor Berita Antara.

Diakui Wakapendam, pihaknya belum mendapat laporan tentang keberadaan kapal tersebut di Nabire.

“Kami akan cek dulu, apakah benar itu oknum kita atau ada yang hanya mengaku-ngaku. Saya belum dapat informasi soal ini,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, keberadaan kapal keruk emas di Siriwo terungkap saat kunjungan Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa, Yeri Basri Mak, ke KM 102 Siriwo, Distrik Siriwo, kabupaten Nabire.

(Baca Juga : Ditemukannya Kapal Keruk Emas Milik PT. Hanjun Di Siriwo Nabire Tanda Lemahnya Pengawasan Dinas ESDM Papua & Pemkab Nabire)

Hal ini juga mendapat sorotan dari anggota DPR Papua, John N.R Gobai. John meminta kepada para penegak hukum yang ada di Nabire, agar jangan menutup mata, tapi harus ambil tindakan menyeluruh untuk mengecek keberadaan kapal berikut pemiliknya dan dokumen kelengkapannya serta dokumen perusahaan.

(Baca Juga : Legislator Papua Minta Gubernur Papua & Kapolda Investigasi Ijin Tambang & Keberadaan Kapal Keruk Emas Di Nabire)

“Tolong dicek kapal tersebut apakah mempunyai izin, jika tidak memperoleh ijin maka harus segera dibongkar dan tidak boleh ada di bantaran Kali Siriwo serta tidak boleh beroperasi untuk mengambil kekayaan alam di dasar kali Siriwo”, tegas John.

“Saya meminta kepada Gubernur Papua agar segera evaluasi perijinnan tambang di Papua. Dan kepada Kapolda Papua segera bentuk Tim untuk turun ke lapangan dan tangkap pelaku jika tidak menunjukkan ijin lengkap”, tutup John.

Menanggapi keberadaan kapal ini, Dinas ESDM Provinsi Papua akan turun ke Nabire untuk mengecek langsung keberadaan sekaligus ijin pembuatan kapal tersebut.

(Baca Juga : Dinas ESDM Papua Akan Cek Langsung Kapal Keruk Emas Di Nabire)

[Nabire.Net]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *