Ditemukannya Kapal Keruk Emas Milik PT. Hanjun Di Siriwo Nabire Tanda Lemahnya Pengawasan Dinas ESDM Papua & Pemkab Nabire

(Kapal keruk emas di KM 102 Siriwo/Dok. J.P)

Nabire – Demi memuaskan hasratnya untuk meraup emas sebanyak-banyaknya di Nabire, PT. Hanjun yang selama ini banyak mendapat sorotan dari warga Nabire karena diduga melakukan aktivitas pertambangan emas secara ilegal, membuat kapal keruk emas untuk melancarkan aktivitas pertambangannya di Nabire.

Kapal keruk emas tersebut terungkap saat kunjungan Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa, Yeri Basri Mak, ke KM 102 Siriwo, Distrik Siriwo, kabupaten Nabire.

Seperti dilansir Nabire.Net dari media online Nasionalnews.Id, kapal keruk emas tersebut belum dioperasikan, namun diduga menyalahi aturan pembuatan kapal.

Bahkan para pekerja yang ada di lokasi adalah warga negara asing yang juga diduga tidak memiliki ijin kerja.

Kasus temuan kapal keruk ini tentu sangat menghebohkan warga Nabire. Anehnya, temuan ini seperti menjadi pukulan telak bagi pemerintah baik Dinas ESDM Provinsi Papua, maupun pemerintah kabupaten Nabire.

Sebagai informasi saat ini tanggung jawab pertambangan di kabupaten/kota memang menjadi tanggung jawab langsung dari Dinas ESDM Provinsi Papua. Sehingga secara tidak langsung mengurangi pengawasan langsung instansi ini di kabupaten/kota di Papua

Namun selain pengawasan dari Dinas ESDM Provinsi Papua, perlu ada juga pengawasan dari pemerintah kabupaten Nabire sebagai pemilih wilayah.

Dengan adanya kasus ini, pengawasan yang dilakukan pemkab Nabire tentu sangat lemah, dan hal ini perlu dievaluasi secara total.

Pemkab seharusnya melakukan pengawasan secara menyeluruh dan mengevaluasi izin pertambangan yang selama ini dikeluarkan, dan hal tersebut dikoordinasikan dengan Dinas ESDM Provinsi Papua.

Selain pengawasan, sekali lagi pemkab Nabire dinilai lemah dalam melakukan koordinasi lintas sektoral. Kehadiran dan keberadaan para Tenaga Kerja Asing di Nabire membuktikan hal itu.

Seharusnya pemkab Nabire berani menggandeng Kantor Keimigrasian baik Imigrasi Timika maupun Biak serta pihak kepolisian, dan melakukan kooordinasi lintas sektor sehingga hal-hal seperti ini tidak mudah terjadi.

Beruntung, keberadaan kapal keruk emas ini bisa diketahui, sehingga selanjutnya tergantung bagaimana pemerintah provinsi Papua melalui Dinas ESDM dan pemkab Nabire menindaklanjuti temuan ini dan mengecek legalitas perusahaan tambang Hanjun, berikut ijin pembuatan kapal keruk emas dan dokumen keimigrasian TKA.

Dalam catatan Nabire.Net, ada sejumlah catatan hitam terkait keberadaan PT. Hanjun di Nabire, diantaranya aktivitas penambangan emas PT. Hanjun di bantaran sungai wami, wilayah Wadioma dan Bebi, antara Distrik Yaro dan Yaur Kabupaten Nabire, di Ulayat Suku Yerisiam, Kampung Sima, Nabire Papua dan Suku Gua, Erega, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, yang dinilai ilegal oleh kedua masyarakat pemilik Ulayat dan dilaporkan ke kepolisian pada tahun 2016.

(Baca Juga : Suku Yerisiam Laporkan PT Hanjun Ke Polres Nabire Terkait Penambngan Emas Ilegal)

Selain itu, perijinan PT. Hanjun juga digugat karena beroperasi tanpa ijin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi yang dikeluarkan pejabat berwenang. Kasus inilah yang menyeret mantan Kepala Dinas Pertambangan Nabire, Ir Dominikus Pekey M.Si beserta direktur utama PT. Hanjun, Shao Yi, dan manager PT. Hanjun, Li Biao.

(Baca Juga : Mantan Kadis Pertambangan Nabire Terancam Jadi Tersangka Terkait Perijinan Tambang PT. Hanjun)

Selain itu, sejumlah mantan pekerja PT. Hanjun juga pernah melaporkan kesewenang-wenangan PT. Hanjun, salah satunya Firman.K, warga Palu, yang mengaku kepada Nabire.Net, sudah 3 tahun haknya (gaji) belum dibayarkan oleh PT. Hanjun.

Dengan catatan hitam seperti ini, seharusnya sudah tak boleh ada alasan lagi bagi pemerintah untuk menindak perusahaan tambang seperti ini.

Seperti diketahui, PT. Hanjun IC merupakan perusahaan tambang asing yang berlokasi di Kilometer 84 sampai Kilometer 86 Kali Magawo, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire dengan direktur utamanya yakni Shao Yi, dan manager Li Biao.

[Nabire.Net]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *