Dari 3.6 Miliar Anggaran Dinas Lingkungan Hidup Nabire, Hanya Separuhnya Yang Menyentuh Isu Kebersihan Lingkungan

Nabire – Eksekutif dan Legislatif kabupaten Nabire telah menetapkan APBD kabupaten Nabire untuk tahun 2019 sebesar 1.3 Triliun lebih atau meningkat sebesar 1.08% dari tahun 2018. Penetapan APBD tersebut dilakukan pada medio Desember 2018 lalu.

APBD tersebut terbagi menjadi tiga bagian masing-masing pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah. Setiap SKPD masing-masing mendapat anggaran sesuai program kegiatan yang diajukan.

(Baca Juga : APBD Nabire Tahun 2019 Ditetapkan Sebesar 1.3 Triliun Lebih Atau Naik 1.08% Dibanding Tahun Sebelumnya)

Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Nabire sebagai salah satu SKPD yang sering disorot mengingat tugas pokok dan fungsinya sangat berkaitan dengan berbagai persoalan kebersihan lingkungan di kabupaten Nabire, mendapat jatah 3.6 Miliar dalam APBD 2019.

Dari hasil penelusuran Nabire.Net, dari anggaran 3.6 Miliar tersebut, program-program kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebersihan lingkungan hidup mendapat jatah 1.8 Miliar lebih. Sedangkan sisanya diperuntukkan untuk pengadaan peralatan kantor Dinas Kebersihan Lingkungan, pemeliharaan rutin perlengkapan kantor, rapat ke luar daerah, koordinasi penyusunan AMDAL dan kegiatan pengawasan lainnya.

Berikut rincian program kegiatan Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup yang menurut penilaian Nabire.Net bersentuhan langsung dengan kebersihan lingkungan yang selama ini menjadi persoalan di Nabire :

  1. Penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah (penyediaan dump truck dan amrol 2 unit) : 1 Miliar

  2. Kegiatan kota bersih dan sehat : 150 juta

  3. Pemeliharaan rutin dan penyediaan BBM kendaraan dinas : 115 juta

  4. Pengawasan pelaksanaan kebijakan lingkungan hidup : 125 juta

  5. Program perlindundan dan konservasi SDA berupa pemantauan kualitas air sungai serta pantai bersih : 100 juta

  6. Program Adiwiyata & Kalpataru (Sekolah Adiwiyata) : 125 juta

  7. Penataan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau : 80 juta

  8. Pengembangan ekowisata & konservasi laut dan hutan : 50 juta

  9. Penanaman Mangrove : 100 juta

Tentu dengan dana sebesar itu, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Nabire dituntut untuk mengelola anggaran sebaik mungkin dan benar-benar merealisasikann program kegiatan yang sudah dirancang dan dianggarkan.

Salah seorang anggota DPRD Nabire, dari PDIP, Muhammad Iskandar, ketika diminta pendapatnya mengenai jumlah anggaran Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Nabire untk tahun 2019 mengatakan, ia telah mengusulkan dalam sidang pembahasan APBD 2019, Desember lalu, untuk menambah anggaran Dinas Lingkungan Hidup dengan cara memotong 1-2% anggaran dari semua SKPD.

Namun usulan yang disampaikannya tidak disetujui oleh pihak eksekutif. Tentu dengan anggaran yang minim, Iskandar pesimis akan penyelesaian persoalan sampah yang selama ini terjadi di Nabire.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *