Car Free Day Di Nabire Kok Ada Freestyle Motor Sih ?

(Dokpri.Raimon.Rumatrai)

Nabire – Semenjak dilaksanakan perdana tanggal 2 Maret 2019, kegiatan Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor mendapat tanggapan positif maupun negatif dari warga Nabire. Warga mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud sosialisasi antar warga maupun ajang untuk berolahraga bersama.

Namun kegiatan ini juga tak lepas dari kritikan warga. Selain karena terganggu akan penutupan ruas jalan Pepera, warga juga mengaku bingung dengan adanya atraksi Freestyle kendaraan bermotor di kawasan Car Free Day di Jalan Pepera Nabire tersebut.

Sebagai informasi, Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor, menurunkan tingkat polusi udara akibat asap kendaraan bermotor, menurunkan tingkat kebisingan suara dari knalpot motor, serta mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

Seyogyanya, kawasan Car Free Day harus steril dari segala jenis kendaraan bermotor, terkecuali sepeda. Namun sayangnya kegiatan Car Free Day di Nabire justru diselipkan dengan atraksi Freestyle motor. Bukankah ajang Car Free Day harusnya bebas dari asap kendaraan bermotor serta kebisingan dari knalpot racing yang digunakan di kawasan Car Free Day ?

Tentu hal ini sudah keluar dari tujuan utama kegiatan Car Free Day. Walaupun penyelenggara kegiatan ini beralasan bahwa ajang Freestyle motor yang diselipkan dalam Car Free Day adalah untuk memberikan ruang bagi generasi muda yang ingin menuangkan ekspresinya, namun hal ini jelas bertentangan dengan tujuan sebenarnya dari kegiatan Car Free Day.

Selain sudah mengganggu dengan asap kendaraan bermotor serta polusi suara dari knalpot motor, kegiatan Freestyle motor tentu akan memberi pengaruh yang kurang baik bagi anak muda. Atas dasar ketertarikan setelah melihat aksi Freestyle motor, akan menimbulkan keinginan bagi anak muda untuk meniru hal yang sama, lambat laun hal ini akan menjadi habbit mereka yang bisa terbawa-bawa di jalan umum dimanapun mereka berada, dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Jika dianalogikan, adanya atraksi Freestyle motor yang diselipkan di dalam kawasan bebas kendaraan bermotor, akan sama artinya dengan melihat atraksi meminum minuman keras yang diselipkan di kawasan bebas minuman beralkohol.

Oleh karena itu hal ini perlu menjadi atensi bagi penyelenggara Car Free Day di Nabire bahwa kawasan Car Free Day harusnya benar-benar bebas dari kendaraan bermotor jenis apapun, dan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki maupun warga yang menggunakan sepeda.

Tentu masih banyak aktivitas positif lainnya yang bisa digelar di kawasan Car Free Day, seperti jogging, senam, bersepeda, menikmati kuliner yang tersedia sambil bercengkrama dan bersosialisasi dengan warga lain, atau mungkin menyelipkan pesan-pesan positif kepada pengunjung Car Free Day seperti sosialisasi keselamatan berlalu lintas, kampanye lingkungan hidup dan lain sebagainya.

Seperti diketahui, Car Free Day di Nabire ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Milenial Road Safety Festival yang dilaksanakan 26 Februari 2019 lalu, oleh Satuan Lalu Lintas bersama sejumlah komunitas di Nabire.

CFD tersebut diisi dengan berbagai kegiatan dari mulai senam pagi, kegiatan otomotif seperti Free Style, serta tersedia juga jajanan sehat dan banyak lainnya.

Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu Suhardi Syahailatus S.Sos mengatakan, kawasan Jalan Pepera nantinya akan dijadikan kawasan Car Free Day di setiap hari sabtu, dan hal itu akan dikelola oleh Dinas Perhubungan, dan diperkuat oleh Peraturan Daerah.

Menurut Kasat Lantas, kawasan Jalan Pepera sering dijadikan ajang balap liar oleh anak-anak muda dan meresahkan warga setempat. Oleh karena itu dengan adanya Car Free Day bisa mengurangi kegiatan yang kurang baik tersebut.

Diharapkan pemberlakuan CFD di Nabire bisa menekan angka lakalantas, menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor, serta dapat diisi dengan kegiatan positif lainnya sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi warga Nabire.

[Nabire.Net]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *