Bupati Deiyai : Jumlah Korban Jiwa Dari Warga Sipil 9 Orang

(Aksi unjuk rasa di kabupaten Deiyai)

Deiyai – Pasca aksi ricuh di Deiyai 28 Agustus lalu, hingga saat ini belum diketahui pasti berapa jumlah korban meninggal dari warga sipil.

Bupati Deiyai, Ateng Edowai yang dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (31/08) menjelaskan, dari catatan yang ia terima, total jumlah korban meninggal dari warga sipil sebanyak 9 orang. Empat orang meninggal di RSUD Enarotali, sedangkan 5 orang lainnya ditemukan di tempat baik di hutan maupun rumput-rumput.

“Jadi yang meninggal di rumah sakit ada empat orang, kemudian yang meninggal di tempat ada 5 orang. Salah satu yang meninggal tidak ada bekas lukanya dan diketemukan di rumput di hutan, bukan di kompleks kantor Bupati”, jelas Bupati Edowai.



Lanjut Bupati, dirinya akan memanggil para korban luka maupun keluarga korban meninggal untuk meminta keterangan, apakah peluru tersebut ditembakkan aparat atau pihak lain. Disamping itu akan diidentifikasi berapa yang kena peluru dan berapa yang kena panah.

“Saya nanti akan panggil mereka sendiri lalu klarifikasi yang kena peluru itu dari siapa, juga kena panah dan kena senjata, nanti sa tanya”, beber Bupati Deiyai.

(Baca Juga : Ketua Departemen Keadilan Sinode Kingmi Klaim 7 Warga Deiyai Tewas Pada Aksi Ricuh)

Terkait situasi di Deiyai saat ini, Bupati menjelaskan bahwa Deiyai sudah mulai kondusif. Namun masyarakat masih trauma. Begitu juga warga di Waghete, mereka mengungsi. Namun Bupati telah meminta mereka kembali ke kota. Untuk para pedagang, mereka diminta untuk kembali berjualan seperti biasa.

(Baca Juga : Kabid Humas Polda Papua : 1 Anggota TNI Meninggal, 2 Warga Meninggal, 4 Aparat Terluka)

[Nabire.Net/A.R]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *