Kabid Humas Polda Papua : 1 Anggota TNI Meninggal, 2 Warga Meninggal, 4 Aparat Terluka

(Salah satu personil kepolisian yang terkena panah)

Deiyai – Aksi unjuk rasa kembali terjadi di kabupaten Deiyai, Papua, Rabu (28/08). Aksi ini merupakan aksi kedua setelah sebelumnya telah dilakukan aksi dua hari lalu (26/08). Namun aksi ini berujung ricuh.

Dalam aksi ini, massa membawa bendera bintang kejora dan menuju Kantor Bupati Deiyai, namun aksi menjadi ricuh. Sebelum aksi dimulai, warga non Papua telah lebih dulu diungsikan ke Koramil.

Nabire.Net kemudian menanyakan informasi detail kepada Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal rabu malam (28/08).

(Baca Juga : Aksi Di Deiyai Papua Ricuh, Ini Keterangan Kapendam Cendrawasih)

Berdasarkan informasi dari Kabid Humas, jumlah korban akibat aksi di Deiyai yang berujung ricuh total sebanyak 8 orang. Enam dari aparat TNI/Polri dan dua dari masyarakat.

Anggota yang meninggal atas nama Serda Rikson, yang terkna senjata tajam di wajah dan kepala. Sementara 1 personil TNI lainnya mengalami luka terkena panah.

Dari kepolisian, jumlah korban luka sebanyak 4 orang, 1 orang adalah personil Brimob yang terkena panah, sedangkan 3 orang lainnya merupakan personil Samapta Polres Paniai yang terkena panah.

Sedangkan korban dari masyarakat sebanyak 2 orang dan dinyatakan meninggal dunia. Satu korban meninggal karena terkena tembakan di kaki dan meninggal di RSUD Enarotali Paniai, sedangkan 1 korban lagi meninggal karena terkena panah di perut saat berada di halaman Kantor Bupati Deiyai, kemudian dievakuasi ke RSUD Enarotali.

Kronologis Kejadian Sesuai Keterangan Kabid Humas Polda Papua

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Papua, aksi unjuk rasa ini diikuti kurang lebih 100 orang sekitar pukul 13.00 Wit di halaman Kantor Bupati Deiyai.



Setelah 1 jam melakukan orasi, situasi masih terkendali sembari menunggu kehadiran Bupati Deiyai. Kemudian pada pukul 14.00 WIT, tiba-tiba massa lain dalam jumlah banyak datang dengan senjata tajam berupa panah, tombak dan parang lalu bergabung dengan pendemo yang sudah ada sebelumnya sambil menari Waita (Tarian adat perang) dan melakukan pelemparan batu kepada aparat yang sedang melaksanakan pengamanan serta memprovokasi dengan teriakan-teriakan, namun anggota yang melaksanakan pengamanan tidak terprovokasi.

Tiba-tiba massa melakukan penyerangan dan penganiayaan kepada anggota TNI yang berada di Mobil Kijang super di samping kantor Bupati Deiyai, maka pada saat itu juga anggota yang sedang melaksanakan pengamanan berupaya untuk menghentikan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh massa, namun terjadi perlawanan secara membabi buta dengan menggunakan alat tajam yang sudah dibawa sebelumnya. Kemudian massa memanah dan melempar batu anggota yang sedang melaksankan pengamanan di halaman kantor Bupati Deiyai bahkan terdengar suara tembakan dari arah massa, sehingga anggota membalas tembakan massa yang menyerang anggota TNI dan Polri.

Saat ini situasi di Kabupaten Deiyai sudah aman dan kondusif, Bupati dan Forkopimda Deiyai sedang melaksanakan rapat untuk menghimbau massa agar tidak melakukan aksi anarkis pasca unjuk rasa hari ini.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *