8 Dari 10 Senjata SS1 Yang Dirampas Saat Aksi Ricuh Deiyai Telah Dikembalikan

Deiyai – Aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh 28 Agustus lalu di Deiyai selain menyebabkan 3 orang meninggal baik dari TNI maupun warga sipil, juga mengakibatkan sejumlah pucuk senjata milik TNI dirampas warga.
Dalam aksi tersebut, massa berhasil merampas 10 pucuk senjata Satgaster jenis SS1 V2. Menanggapi aksi tersebut, telah diadakan rapat di kediaman Bupati Deiyai, Ateng Edowai, pada hari ini (30/08).
Rapat ini dihadiri Bupati, Danrem 173/PVB Biak, Brigjen TNI Burhan, Wakil Bupati Deiyai, Dandim Paniai, Kapolres Paniai, Ketua DPRD Deiyai, Sekda Deiyai, Kasi Ops Korem 173 PVB, Danyon 753, Danramil Waghete, Kasat Pol PP Deiyai dan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat di Deiyai.

Rapat yang dimulai pukul 09.50 Wit ini diawali penyampaian Bupati Deiyai terkait situasi di kabupaten Deiyai pasca aksi ricuh 28 Agustus lalu.
Bupati Ateng Edowai mengucapkan terima kasih kepada pihak keamanan yang telah bekerja keras mengamankan situasi di Deiyai.

Selain itu Bupati juga menyampaikan bahwa terkait 10 pucuk senjata yang dirampas massa, 8 pucuk diantaranya telah dikembalikan.
Berikut daftar senjata yang telah dikembalikan sesuai nomor senjata :
-
082471
-
082141
-
079009
-
082248
-
082265
-
082403
-
079066 (tanpa lade), ditemukan dalam mobil yang dirusak massa
-
082896
Sementara 2 pucuk senjata yang belum kembali akan terus diupayakan untuk bisa didapatkan kembali. Jika semua telah terkumpul maka akan dilakukan penyerahan dari pemkab Deiyai kepada Danrem 173.

Kepada warga Deiyai yang sedang mengungsi, Bupati berharap agar bisa kembali ke rumah mereka masing-masing dan kembali melakukan aktivitas seperti biasa.
(Baca Juga : Sehari Pasca Ricuh Deiyai, Warga Pilih Mengungsi)
Di tempat yang sama, Danrem 173, Brigjen TNI Burhan mengapresiasi Bupati dan jajaran Pemkab Deiyai serta seluruh pihak yang telah berupaya untuk mendapatkan kembali senjata yang dirampas.
Lanjut Danrem, pihaknya mengapresiasi segala bentuk aksi demonstrasi selama mengikuti aturan yang berlaku serta tidak anarkis.
Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa di Deiyai, Papua, Rabu (28/08) berujung ricuh.
(Baca Juga : Kabid Humas Polda Papua : 1 Anggota TNI Meninggal, 2 Warga Meninggal, 4 Aparat Terluka)
Dalam aksi ini, massa membawa bendera bintang kejora dan menuju Kantor Bupati Deiyai, namun aksi menjadi ricuh. Sebelum aksi dimulai, warga non Papua telah lebih dulu diungsikan ke Koramil.
Nabire.Net kemudian menanyakan informasi detail kepada Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal rabu malam (28/08).
(Baca Juga : Aksi Di Deiyai Papua Ricuh, Ini Keterangan Kapendam Cendrawasih)
Berdasarkan informasi dari Kabid Humas, jumlah korban akibat aksi di Deiyai yang berujung ricuh total sebanyak 8 orang. Enam dari aparat TNI/Polri dan dua dari masyarakat.
Anggota yang meninggal atas nama Serda Rikson, yang terkna senjata tajam di wajah dan kepala. Sementara 1 personil TNI lainnya mengalami luka terkena panah.
Dari kepolisian, jumlah korban luka sebanyak 4 orang, 1 orang adalah personil Brimob yang terkena panah, sedangkan 3 orang lainnya merupakan personil Samapta Polres Paniai yang terkena panah.
Sedangkan korban dari masyarakat sebanyak 2 orang dan dinyatakan meninggal dunia. Satu korban meninggal karena terkena tembakan di kaki dan meninggal di RSUD Enarotali Paniai.
(Baca Juga : Penelusuran Identitas Warga Sipil Yang Jadi Korban Ricuh Deiyai 28 Agustus 2019)
Sedangkan 1 korban lagi meninggal karena terkena panah di perut saat berada di halaman Kantor Bupati Deiyai, kemudian dievakuasi ke RSUD Enarotali.
[Nabire.Net/R.E]


Leave a Reply