Aksi Di Deiyai Papua Ricuh, Ini Keterangan Kapendam Cendrawasih

(Aksi unjuk rasa di Deiyai pada tanggal 26 Agustus lalu)

Deiyai – Aksi unjuk rasa kembali terjadi di kabupaten Deiyai, Papua, Rabu (28/08). Aksi ini merupakan aksi kedua setelah sebelumnya telah dilakukan aksi dua hari lalu (26/08). Namun aksi ini berujung ricuh.

Dalam aksi ini, massa membawa bendera bintang kejora dan menuju Kantor Bupati Deiyai, namun aksi menjadi ricuh. Sebelum aksi dimulai, warga non Papua telah lebih dulu diungsikan ke Koramil.

Nabire.Net kemudian menanyakan informasi detail kepada Kapendam Cendrawasih, Letkol CPL Eko Daryanto, rabu malam (28/08).

(Baca Juga : Situasi Deiyai Kondusif Pasca Aksi Damai, Warga Sempat Kibarkan Bintang Kejora Di Kantor Bupati)

Melalui sambungan telepon, Kapendam menjelaskan aksi bermula saat massa mendatangi kantor Bupati Deiyai. Namun karena tuntutan massa kurang mendapat respon dari Bupati Deiyai, aksi menjadi kisruh.



Hingga saat ini, jumlah korban yang terjadi akibat kekisruhan di Deiyai sesuai keterangan Kapendam, enam orang berasal dari aparat, masing-masing 3 orang dari TNI dan 3 orang dari Kepolisian. Satu diantaranya yang merupakan anggota TNI meninggal akibat terkena panah.

Sementara untuk korban dari masyarakat berdasarkan keterangan Kapendam, dari hasil pengecekan jumlah korban dari masyarakat sebanyak 1 orang dan korban sedang dirawat di Rumah Sakit. Kapendam memastikan hal itu setelah pihaknya melakukan pengecekan di Rumah Sakit yang ada di Deiyai.

Sementara kabar bahwa ada korban meninggal dari masyarakat, Kapendam menjelaskan pihaknya masih melakukan penelusuran di lapangan.

Nabire.Net sendiri sudah mencoba menghubungi sejumlah pihak seperti Dandim Paniai, Kapolres Paniai, hingga pejabat pemerintahan di Deiyai, namun hingga berita ini diturunkan, Nabire.Net belum mendapatkan respon.

[Nabire.Net]


One Response to Aksi Di Deiyai Papua Ricuh, Ini Keterangan Kapendam Cendrawasih

  1. hclips berkata:

    Salah-seorang pimpinan Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat atau ULMWP, Markus Haluk, mengatakan aksi di depan Kantor Bupati Deiyai bertujuan memprotes apa yang disebutnya sebagai dugaan rasialis terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *