INFO NABIRE
Home » Blog » Yap Marey Ajak Cabup/Cawalbup Saling Mendukung Bukan Menjatuhkan

Yap Marey Ajak Cabup/Cawalbup Saling Mendukung Bukan Menjatuhkan

Menjelang pelaksanaan Pilkada di Nabire, desember 2015 mendatang, salah seorang Tokoh Masyarakat Nabire, Yulian Jap Marey, meminta kepada semua calon Bupati & Wakil Bupati yang berasal dari daerah pantai untuk saling mendukung satu sama lain, bukannya saling menjatuhkan dengan cara menebar isu atau cerita yang memojokkan salah satu calon.

Menurut Jap Marey, Nabire membutuhkan seorang pemimpin yang jujur dan cerdas serta mampu membawa Nabire kearah yang lebih baik, aman, dan sejahtera.

“Berdasarkan pengamatan saya selama ini, hukum positif selalu lemah bahkan dapat ditiadakan, sementara di daerah ini telah hadir dan ada sejumlah institusi penegakan hukum yang nampak terlihat kurang berperan aktif, akibat lebih dominannya hukum adat yang sesungguhnya berdasarkan kebenaran Firman Allah  sangat bertentangan di mata Tuhan,” kata Jap Marey.

Ditambahkannya, berdasarkan pengalaman Pilkada ke Pilkada telah mengajarkan kita untuk saling bersatu dan menghargai satu sama lain. Karena kita diingatkan oleh kata-kata bijak ‘masa lalu kita sudah mati hari kemarin, tetapi hari ini apa yang engkau buat untuk besok’. Artinya anak-anak pesisir yang siap maju dan mencalonakan diri harus saling mendukung, bukan saling menjatuhkan dengan masa lalu diangkat-angkat di tengah masyarakat lewat opini yang tidak bagus.

“Sebagai orang pesisir harus ingat tua-tua kita di zaman dahulu yang hendak dayung kunang di malam hari untuk menikam Duyung atau Penyu (Teteruga). Belum tentu di 1 kampung itu semua orang bisa menikam Penyu dengan menggunakan terangnya Kunang di laut pada malam hari, akan tetapi tiap kampung pasti ada 1 atau 2 orang yang pintar tikam, sehingga yang lain tugasnya mendayung perahu,” imbuh Jap.

Selain itu selaku orang tua juga ingin mengingatkan semua calon dengan kata-kata bijak 366 hari kalender tahun 2015 tertanggal 1 Juli yang mengatakan ‘Saya tidur dan bermimpi bahwa hidup penuh dengan kebahagian, saya terbangun dan sadar bahwa hidup penuh dengan pelayanan, saya bersikap dan yakin pelayanan adalah kebahagian,” tandasnya.

“Sebuah pohon yang berdiri tidak dapat menciptakan hutan/satu tali senar tidak dapat menciptakan petikan musik yang bagus, yang artinya kemanapun hidup ini dan pembangunan harus dibutuhkan adanya kerja sama dengan orang lain yang jauh lebih penting untuk menghasilkan apa yang dicita-citakan bersama,” pungkasnya.

(PPN)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.