Warga Pendatang di Dogiyai Minta Jaminan Keamanan Dari Presiden, Mensos, Bupati dan Aparat TNI/Polri

Warga Pendatang di Dogiyai Minta Jaminan Keamanan Dari Presiden, Mensos, Bupati dan Aparat TNI/Polri

(Warga Pendatang di Dogiyai Minta Jaminan Keamanan Dari Presiden, Mensos, Bupati dan Aparat TNI/Polri)

Dogiyai, Ratusan warga pendatang yang berada di kabupaten Dogiyai menggelar aksi unjuk rasa damai sekaligus menyampaikan aspirasi mereka terkait pertanggungjawaban pemerintah daerah terhadap kondisi keamanan di kabupaten Dogiyai khususnya bagi warga pendatang.

Aksi tersebut dilaksanakan pada hari Kamis (17/11/2022) bertempat di Mapolres Dogiyai. Warga diterima oleh Kapolres Dogiyai, Kompol Samuel D. Tatiratu S.I.K, Dandim 1705/Nabire, Letkol Inf Doni Firmansyah, serta sejumlah anggota DPRD Dogiyai.

Dalam penyampaian aspirasinya, warga pendatang menegaskan bahwa mereka sudah lama sekali berdagang dan berjual beli di kabupaten Dogiyai. Namun dalam setahun ini, sudah terjadi dua kali aksi pembakaran tempat usaha milik warga pendatang.

Warga mempertanyakan mengapa karena masalah kecelakaan lalu lintas bisa berimbas kepada jatuhnya korban jiwa yang lain dan ludesnya harta benda milik warga pendatang yang dibakar oleh warga pribumi.

Warga yang terdiri dari para pedagang serta supir juga meminta kepada Bupati Dogiyai sebagai Kepala Daerah agar harus menemui warga. Jika tidak maka warga pendatang mengancam akan turun semua ke Nabire.

Warga juga meminta kepada aparat keamanan agar proses hukum terkait kasus-kasus yang terjadi di Dogiyai terutama kasus kerusuhan Dogiyai 12 dan 13 November 2022 harus ditangani dengan baik dan transparan.

Menanggapi aspirasi warga, Kapolres Dogiyai, Kompol Samuel D Tatiratu S.I.K, mengucapkan turut berduka cita atas keluarga korban. Kapolres menegaskan bahwa kasus lakalantas dan kerusuhan di Dogiyai masih ditangani oleh aparat kepolisian. Untuk para pelaku, pihak kepolisian sudah mengantongi sejumlah nama yang menjadi target penangkapan.

Kapolres berharap agar warga pendatang tetap tenang dan tidak meninggalkan Kabupaten Dogiyai serta tetap melakukan aktivitas usaha seperti sedia kala, karena TNI dan Polres Dogiyai bersinergi dalam menjaga Sitkamtibmas.

Di tempat yangt sama, Dandim 1705/Nabire, Letkol Inf Doni Firmansyah menyampaikan kepada warga bahwa TNI/Polri akan selalu mengamankan situasi di Dogiyai pasca terjadinya lakalantas dan kerusuhan beberapa hari yang lalu.

Dandim juga menegaskan akan turun ke Nabire dan akan membicarakan masalah ini serta menyampaikan aspirasi warga kepada Bupati Dogiyai yang saat ini sedang berada di Nabire.

“Saya berharap semua masyarakat yang terkena imbas pasca laka lantas serahkan dn percayakan kepada pihak kepolisian Polres Dogiyai untuk menangani masalah yang sudah terjadi.

Selain menyampaikan aspirasi, ratusan warga pendatang juga melakukan aksi long march di dalam kota Dogiyai. Dalam aksi unjuk rasa tersebut, warga juga meminta Presiden dan Menteri Sosial untuk memperhatikan nasib mereka di Dogiyai.

[Nabire.Net]


3 Responses to Warga Pendatang di Dogiyai Minta Jaminan Keamanan Dari Presiden, Mensos, Bupati dan Aparat TNI/Polri

  1. Marshall Ukago berkata:

    Itu Tandanya Korupsi Merajalela di kalangan pejabat dogiyai.
    Coba KPK masuk Periksa Bupati Dogiyai dan Jajarannya boleh.

    Mengapa sampai bisa terjadi Pembakaran Kantor2 vital di dogiyai??
    Itu terjadi agar bisa Menghilangkan Bukti Transaksi.

    Sebagai warga asli dogiyai, sy sangat menyayangkan masyarakatku mau di adu domba dengan pendatang.
    Kamu membenci pendatang, padahal yg korupsi dan melakukan Kecurangan di dalam pemerintah adalah sebagian besar torang pu orang sendiri.
    Justru kita bersyukur apabila masih ada pendatang di daerah kita.
    Tanpa pendatang dogiyai bisa jadi kota Mati.

    Coba buat survey.. Pasti Kamu dapat ini
    Tentang torang pu pejabat orang papua di dogiyai.

    1.Mau dpt uang banyak tapi tdk mau kerja banyak.
    2. Baru Tau kerja Sedikit, (itu pun kerja copy paste) Tapi su bicara banyak, seakan2 su Tau kerja banyak kah.
    3. Mau jadi pejabat, padahal Otak dan Kemauan untuk membangun dogiyai belum Mampu.
    4. Kalo sdh jadi pejabat… Maunya memerintah saja dan dapat uang. Tapi tdk mau berpikir keras untuk kemajuan dogiyai.
    !!! Masih banyak.. nanti ko survey baru ko bilang benar…

    Kamu tara tau kah.. Tong ya di bawah ni yg bukan PNS dapat tipu dari Tong pu pejabat papua sendiri.

    Kamu Lihat orang Pendatang pu hasil kerja (rumah, kehidupan layak) tu ada to,
    Kenapa bisa????
    Itu karena pendatang bisa nengatur keuangannya dengan baik. Tidak seperti tong pu Orang Papua

    Torang sebagai orang beragama di dogiyai, di dalam alkitab di ajar untuk tdk saling membenci.
    Coba kamu lihat anak2 asli dogiyai sekarang.. Hancur. Semua sdh jadi Pemabok, pancuri…
    Itu yg kamu blg dogiyai mau maju???

    Sy Himbau bagi Masyarakat Dogiyai yg cendekiawan
    Jgn Tutup Mata lagi untuk torang pu pejabat asli papua.
    Justru torang yg harus mengevaluasi dan mengkritik mereka, agar kerja mereka menjadi lebih baik.
    Jangan karena uang Rupiah yg tong dapat, baru tong mau tutup mata dengan dorang pu kelakuan di Pemerintah Dogiyai ini.

    Dogiyai Bisa Maju Karena Adanya Kesadaran dari Torang sendiri, Jangan Pernah Menyalahkan Pendatang..

    Saya orang cendekiawan dogiyai mengucapkan Mohon Maaf Kepada Masyarakat Pendatang atas Kelakuan Orang” yg tdk bertanggung jawab..

    Pihak Keamanan Tolong Proses atau Tembak Mati saja orang yg membuat kekacauan di Dogiyai, agar dogiyai bisa aman dan bisa hidup berdampingan tanpa harus membedakan SUKU dan RAS.

    Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *