INFO NABIRE
Home » Blog » Warga Kepala Batu Masih Nekat Bakar Lahan Sembarangan di Nabire, Pemerintah dan Aparat Diminta Bertindak

Warga Kepala Batu Masih Nekat Bakar Lahan Sembarangan di Nabire, Pemerintah dan Aparat Diminta Bertindak

(Warga Kepala Batu Masih Nekat Bakar Lahan Sembarangan di Nabire, Pemerintah dan Aparat Diminta Bertindak)
(Warga Kepala Batu Masih Nekat Bakar Lahan Sembarangan di Nabire, Pemerintah dan Aparat Diminta Bertindak)

Nabire, Imbauan pemerintah daerah, kepolisian, hingga sejumlah instansi terkait agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah dan lahan secara sembarangan tampaknya belum sepenuhnya dipatuhi. Pada Jumat siang, 21 Agustus 2026, aktivitas pembakaran kembali dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi di Nabire.

Salah satu titik pembakaran dilaporkan berada di sekitar Jalan Pepera, tepatnya di samping Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Nabire. Lokasi tersebut berada di kawasan yang juga terdapat sejumlah perkantoran sehingga keberadaan asap dan api dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun meningkatkan risiko kebakaran.

Selain di kawasan Jalan Pepera, warga juga melaporkan adanya aktivitas pembakaran lahan di wilayah Sanoba. Lokasi pembakaran disebut berada tidak jauh dari Masjid Al Ansor.

Warga yang melihat kondisi tersebut meminta aparat keamanan dan instansi terkait turun tangan untuk menertibkan aktivitas pembakaran terbuka yang dilakukan di tengah permukiman maupun kawasan yang berdekatan dengan fasilitas umum.

Imbauan Pemerintah Belum Sepenuhnya Dipatuhi

Kekhawatiran terhadap potensi kebakaran sebelumnya telah disampaikan Bupati Nabire, Mesak Magai. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan kebiasaan membakar yang berpotensi memicu kebakaran.

Imbauan tersebut disampaikan setelah dirinya mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kodim Sapta Marga Nabire pada Senin, 17 Agustus 2026.

Menurut Mesak, kondisi lahan yang semakin kering dapat membuat api lebih mudah menjalar. Risiko tersebut menjadi lebih besar apabila pembakaran dilakukan di sekitar rerumputan kering atau material lain yang mudah terbakar.

Masyarakat pun diminta tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan ataupun membakar sampah di lokasi yang berisiko, termasuk kawasan jalan, perkebunan, dan area yang berdekatan dengan hutan.

Asap Pembakaran Juga Ancam Aktivitas Penerbangan

Peringatan serupa datang dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Douw Aturure Nabire. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan bandara diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara terbuka.

Asap dalam jumlah besar dapat mengurangi jarak pandang dan berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. Dalam kondisi tertentu, gangguan tersebut bahkan dapat berdampak pada keterlambatan hingga pembatalan penerbangan apabila jarak pandang dinilai tidak aman.

BMKG Ingatkan Potensi Periode Kering

BMKG Nabire juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi periode kering yang lebih panjang. Masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Jika menemukan titik api, warga diharapkan segera melaporkannya kepada instansi berwenang. Deteksi dan penanganan sejak dini dinilai penting agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Di sisi lain, warga yang berada di kawasan dengan konsentrasi asap tinggi dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap dan partikel di udara.

Dengan kembali munculnya laporan pembakaran di sejumlah lokasi Nabire, masyarakat diharapkan tidak menganggap aktivitas membakar sampah atau lahan sebagai persoalan sepele. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap imbauan menjadi penting untuk mencegah kebakaran, menjaga kualitas udara, serta melindungi fasilitas umum dan keselamatan warga.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.