Kondisi ruas jalan kimi bawah bersama jembatan mengalami kerusakan berat dan kerusakan ini sudah lama, namun hingga saat ini belum ada perhatian serius dari pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kabupaten Nabire untuk dilakukan perbaikan atau pembangunan kembali dengan kontruksi baja beton.
Sejumlah masyarakat yang tinggal diseputar Jalan Kimi Bawah mengatakan, kerusakan jalan dan jembatan Kimi Bawah ini termakan usia sehingga kerusakannya pun sudah beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum ada perhatian dari pemerintah daerah.
Akibat hal ini, arus transportasi umum taxi dan kendaraan roda empat lainnya tidak bisa melewati ruas jalan dan jembatan tersebut, dengan demikian masyarakat petani dan nelayan sangat mengalami kesulitan mengangkut hasil-hasilnya untuk dijual ke pasar.
Untuk saat ini masyarakat membawa hasil pertanian maupun hasil tangkapan hanya bisa dengan menggunakan motor ojek, dengan biaya mahal alias dua kali lipat, karena kondisi ruas jalan yang rusak bersama jembatan, sehingga dengan harga mahal para petani dan nelayan tetap saja menggunakan ojek sebagai satu-satunya transportasi, sepanjang belum ada pembangunan kembali jalan dan jembatan yang rusak berat itu.
Sehingga pemerintah daerah melalui DPU Nabire tidak boleh berdiam diri, namun harus turun ke lapangan untuk melihat kondisi ruas jalan dan jembatan yang rusak tersebut dan selanjutnya kiranya dapat ditindaklanjuti berupa pembangunan kembali agar masyarakat tidak mengalami hambatan untuk menjual hasil-hasil mereka ke pasar.
Leave a Reply