INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Wabup Dogiyai Ajak Pengurus Kamar Adat Pengusaha Prioritaskan Pemberdayaan OAP

Wabup Dogiyai Ajak Pengurus Kamar Adat Pengusaha Prioritaskan Pemberdayaan OAP

Nabire, 7 Maret 2026 – Wakil Bupati Dogiyai, Yuliten Anouw, SE, mengajak pengurus Kamar Adat Pengusaha Papua Tengah Kabupaten Dogiyai yang baru dilantik untuk memprioritaskan pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) serta berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Yuliten Anouw saat menghadiri acara Sumpah Janji, Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Kamar Adat Pengusaha Papua Tengah Kabupaten Dogiyai periode 2026–2030 yang berlangsung di Aula Hotel Gezt, Nabire, Sabtu (7/3/2026).

Dalam sambutannya, Yuliten menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Dogiyai mendukung penuh keberadaan organisasi pengusaha berbasis adat tersebut sebagai wadah untuk memperkuat ekonomi masyarakat Papua, khususnya bagi generasi muda Orang Asli Papua.

“Selama satu tahun terakhir pemerintah terus berupaya membuka peluang kerja bagi masyarakat agar dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah. Karena itu organisasi seperti Kamar Adat Pengusaha ini harus menjadi wadah yang produktif bagi anak-anak Papua,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan pemerintah daerah berpihak kepada Orang Asli Papua. Menurutnya, kebijakan tersebut telah memiliki dasar hukum sejak tahun 2021 yang menekankan pemberdayaan dan prioritas bagi masyarakat Papua dalam berbagai sektor pembangunan.

Yuliten menjelaskan, kebijakan tersebut dibuat agar masyarakat Papua dapat menjadi tuan di tanahnya sendiri serta ikut terlibat aktif dalam pembangunan daerah.

“Saya juga memiliki latar belakang dari lembaga, bukan murni dari birokrasi. Karena itu saya memahami pentingnya ruang bagi masyarakat dan lembaga-lembaga untuk berperan. Pemerintah berharap komunikasi dan kerja sama yang baik dengan organisasi yang sudah memiliki dasar hukum,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan pengurus baru agar menjaga kekompakan serta menghindari konflik internal yang dapat menghambat perkembangan organisasi. Pemerataan kesempatan bagi seluruh anggota juga dinilai penting agar organisasi dapat berjalan secara sehat dan produktif.

“Yang paling utama jangan sampai terjadi perpecahan dalam kepengurusan. Semua harus saling mendukung dan bekerja sama serta memberi kesempatan yang sama bagi anggota,” tegasnya.

Yuliten menambahkan, apabila organisasi mampu menunjukkan kualitas kerja yang baik dan menyelesaikan pekerjaan secara profesional, maka pemerintah daerah akan memberikan kepercayaan lebih kepada pengusaha asli Papua untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Dogiyai yang tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut karena sedang menjalankan agenda lain di Kabupaten Dogiyai.

[Nabire.Net/Marten Dogomo]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.