Viktor Sawo: Inflasi Nasional 4,6 Persen, Nabire Perlu Langkah Tekan Harga Pangan
Nabire, 12 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Viktor Sawo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi di daerah.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut berlangsung di Kodim Paraduta, Nabire, pada Rabu (12/03/2026).
Menurut Viktor, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok bagi masyarakat, khususnya umat Muslim yang akan merayakan Idul Fitri.
Ia menjelaskan bahwa secara nasional tingkat inflasi pada tahun 2026 mencapai sekitar 4,6 persen, angka tersebut telah melampaui standar nasional yang berada pada kisaran 3,5 persen.
“Karena itu pemerintah daerah perlu melakukan berbagai langkah strategis untuk menekan laju inflasi, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah,” ujarnya.
Di Kabupaten Nabire sendiri terdapat beberapa komoditas yang menjadi pemicu inflasi, di antaranya daging sapi, telur ayam ras, dan beras yang mengalami kenaikan harga di pasaran.
Melalui program ini, Dinas Ketahanan Pangan memberikan subsidi harga terhadap sejumlah komoditas bahan pokok sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Beberapa bahan pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut antara lain gula pasir seharga Rp15 ribu per kilogram, telur ayam Rp70 ribu per ikat, bawang merah dan bawang putih Rp40 ribu per kilogram, daging sapi Rp150 ribu per kilogram, serta daging ayam Rp40 ribu per kilogram. Sementara minyak goreng dijual dengan harga yang bervariasi sesuai merek.
Viktor menambahkan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah akan menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Nabire.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan juga berencana melaksanakan program pangan mandiri yang dijadwalkan berlangsung setiap hari Jumat.
“Semua ini dilakukan untuk menjaga stabilisasi harga pangan, memastikan ketersediaan bahan pokok, serta menjaga daya beli masyarakat,” pungkasnya.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]




Leave a Reply