Uskup Yanuarius T. M. You Tahbiskan Dua Imam Baru di Intan Jaya

Intan Jaya, Intan Jaya menjadi saksi dari sebuah peristiwa bersejarah ketika Uskup Yanuarius T. M. You menabiskan dua imam baru dari Ordo Fransiskan Duta Damai Provinsi Papua. Acara perayaan yang diadakan di paroki St. Fransiskus Xaverius Titigi, Intan Jaya, dimulai pada pukul 9 pagi dan berlangsung hingga pukul 13.30 WIT.
Ribuan umat Katolik dari sekitar wilayah Intan Jaya berkumpul untuk turut serta dalam momen penting ini.
Kehadiran acara ini tidak hanya melibatkan umat Katolik, tetapi juga mendapat perhatian dari pejabat daerah. Pimpinan daerah, termasuk PJ Bupati Intan Jaya dan beberapa Kepala Dinas, turut hadir dalam perayaan tersebut. Meskipun situasi keamanan di daerah Intan Jaya, terutama di Paroki Titigi, belum sepenuhnya kondusif, namun berkat Tuhan, tahbisan Imam ini berlangsung dengan aman.
Dalam pidatonya, Uskup Yanuarius T. M. You menyampaikan pesan penting kepada umat Katolik di daerah tersebut. Dia mendorong mereka untuk terus berjuang demi perdamaian dan toleransi di tengah situasi yang sulit. Uskup juga menekankan pentingnya tidak takut mati di tanah sendiri, mengajak umat untuk teguh dalam iman dan memperjuangkan kebaikan bersama.
Tidak hanya itu, Uskup You juga mengapresiasi peran aktif para negosiator yang telah berusaha merundingkan kesepakatan antara TNI POLRI dan TPN OPM Wilayah Intan Jaya untuk menciptakan jeda kemanusiaan guna memungkinkan terlaksananya perayaan sakramen imamat ini. Ia berharap adanya perundingan lebih lanjut demi mewujudkan kedamaian dan keselamatan bagi banyak orang di Intan Jaya dan seluruh tanah Papua.
Kegiatan tahbisan imam baru ini bukan hanya menjadi momen penting bagi umat Katolik di Intan Jaya, tetapi juga menjadi momen yang menyatukan semua umat manusia dan mengalahkan permusuhan. Dalam suka cita yang luar biasa, umat Katolik berharap bahwa imam-imam baru ini dapat melayani umat dengan penuh kasih dan dedikasi, serta menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.
Dalam doa bersama, umat memohon berkat bagi tanah Intan Jaya, agar kegiatan keagamaan di daerah tersebut dan di seluruh Papua dapat berlangsung dengan aman dan damai. Lebih dari itu, mereka berharap bahwa peristiwa ini semakin memperkuat persatuan dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.
[Nabire.Net/Adolfius Sondegau]






Leave a Reply