Undang Kepala Suku Dani & Moni, Kapolres Nabire Ajak Ciptakan Sitkamtibmas Yang Kondusif

Untuk menjaga situasi kamtibmas di Nabire tetap kondusif jelang putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pilkada kabupaten Intan Jaya, Kapolres Nabire, AKBP Sony Sanjaya S.Ik melakukan pertemuan bersama kepala Suku Dani, Kepala Suku Moni, Tokoh Masyarakat Suku Dan dan Moni, bertempat di Mapolres Nabire, kamis 30 maret 2017.
Kapolres Nabire AKBP Sony Sanjaya, SIK didampingi oleh Kabag Ops Kompol I Nyoman Putra Sandita, SH, SIK, Kaur Bin Ops Intelkam Ipda M. Mudasir, S.Sos dan dihadiri oleh Kasdim 1705/PN Mayor Inf. Harifuddin Haruna, S.Sos serta Para Kepala Suku dan Tokoh Masyarakat Suku Dani, Moni serta kelompok pasangan calon no urut 2 dan 3 Pilkada Kabupaten Intan Jaya 2017.
Agenda pertemuan tersebut adalah menyikapi dampak dari permasalahan Pemilukada Kabupaten Intan Jaya tahun 2017 di wilayah hukum Polres Nabire.
”Nabire adalah kota kita bersama yang harus kita jaga bersama-sama untuk kepentingan kita semau karena kita tinggal, bekerja dan anak-anak kita sekolah di Nabire, permasalahan Pilkada Intan Jaya cukup terjadi di Intan Jaya tidak boleh dibawah sampai di wilayah hukum Polres Nabire, karena permasalahan tersebut hanya kepentingan sesaat yang apabila kita tidak sikapi dengan baik akan membawah kerugian bagi kita yang ikut dalam kepentingan tersebut “, tegas Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres Nabire menegaskan bahwa Pemilukada merupakan bagian dari Demokrasi, apabila ada permasalahan kita tempuh mekanisme hukum yang ada melalui MK (Mahkamah Konstitusi). Banyak isu yang berkembang di Nabire terkait dengan permasalahan Pemilukada Intan Jaya yang mengarah kepada konflik antar suku, saya selaku Kapolres Nabire tegaskan bahwa isu tersebut sengaja dimunculkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan wilayah Nabire menjadi tidak kondusif.
”Perang tidak bisa menyelesaikan masalah yang ada hanya penderitaan yang dialami oleh kita bersama dan keluarga kita, untuk itu kita hilangkan rasa saling curiga antara kita yang dapat menimbulkan perang antara kita“, ungkap Kapolres Nabire.
Polri dan TNI akan tetap maksimal menjaga Nabire tetap kondusif dan akan selalu berkoordinasi dengan para tokoh dari kedua belah pihak untuk sama-sama menjaga situasi Nabire tetap aman.
Polri menghimbau supaya posko-posko yang dibangun oleh kedua kelompok untuk ditiadakan/dibongkar serta peralatan perang yang dipegang oleh massa dari kedua belah pihak agar disimpan dan tidak boleh dibawah ke tempat-tempat umum di Nabire, tegas Kapolres Nabire.
Pada pertemuan tersebut, Kepala Suku Dani Yopi Murib, menyampaikan bahwa kamtibmas Nabire harus aman dan kita harus sepakat bersama untuk amankan Nabire.
”Permasalahan yang di Intan Jaya bukan masalah suku melainkan kepentingan politik . Tradisi masyarakat gunung apabila terjadi permasalahan biasanya akan dikaitkan dengan permasalahan pada masa lalu dan itu tidak boleh terjadi, dalam permasalahan saat ini karena akan memicu permasalahan yang lebih besar dan semakin panjang permasalahan tersebut,” ucap Kepala Suku Moni.
”Nabire milik kita bersama untuk kita bersama pula yang harus menjaga Nabire tetap aman dan kondusif “, tutup Kepala Suku.
Adapun penyampaian dari Kepala Suku Moni Soter Zonggonau juga sama, bahwa permasalahan diluar Nabire tidak boleh dibawah ke Nabire karena banyak pengalaman yang seperti ini terjadi di Nabire yang akhirnya menimbulkan korban jiwa dan harta benda.
”Permasalahan Intan Jaya bukan masalah suku melainkan permasalahan politik antara paslon nomor urut 2 dan 3 pada Pilkada Kabupaten Intan Jaya Tahun 2017. Nabire adalah tempat kita mencari makan, sekolah dan bekerja untuk itu jangan kita buat Nabire menjadi tidak aman karena kita sendiri yang akan merasakan dampaknya, untuk itu mari kita sama-sama sepakat untuk mengawasi masyarakat kita untuk tidak mudah terpengaruh dengan isu yang ada saat ini “, pungkas Soter Zonggonau.
(Humas Polres Nabire/E.L)


Leave a Reply