Ukur Capaian Kinerja, Bappeda Mimika Gelar FGD Otsus dan DTI Tahun Anggaran 2025
Mimika, 16 Oktober 2025 – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait pelaksanaan program Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun anggaran 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Mimika ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, dan dihadiri oleh para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola dana Otsus dan DTI.
FGD tersebut bertujuan untuk mengevaluasi dan mengukur capaian kinerja program-program yang menggunakan dana Otsus dan DTI, serta memastikan laporan yang disusun sesuai dengan ketentuan sebagai syarat pencairan dana tahap selanjutnya.
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana Otsus.
“Kegiatan FGD ini dilaksanakan untuk melihat capaian kinerja pemerintah daerah dalam hal penggunaan dana Otsus dan DTI. Dalam penyusunan laporan syarat salur tahap ketiga, pimpinan OPD perlu memperhatikan target realisasi fisik, keuangan, dan capaian output kinerja,” ujar Kemong.
Ia menambahkan, FGD ini merupakan salah satu tahapan penting dalam penyusunan laporan capaian kinerja, sehingga pimpinan OPD diminta segera merealisasikan penggunaan dana Otsus dan DTI yang telah disalurkan melalui RKUD.
Kemong juga mengingatkan agar ketepatan waktu penyampaian laporan diperhatikan dengan serius, karena menjadi salah satu variabel utama dalam penyaluran dana Otsus tahap ketiga yang mencapai 70 persen dari total pagu alokasi dan 50 persen capaian output sebagai syarat salur tahun 2025.
Menurutnya, FGD Otsus ini juga menjadi momen penting untuk mengukur sejauh mana kualitas pelayanan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika. Fokus utama diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan infrastruktur dasar.
“Program dan kegiatan yang diakomodir harus benar-benar prioritas, bersifat penting dan mendesak, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat OAP baik di kota, pegunungan, maupun pesisir,” tegasnya.
Ia berharap, pembangunan yang dilakukan dengan dana Otsus dan DTI akan membawa dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Mimika, terutama bagi warga yang tinggal di kampung-kampung terpencil yang selama ini sulit dijangkau pelayanan pemerintah.
[Nabire.Net/Yosef Doo]


Leave a Reply