Tunggakan Pembayaran Listrik Hampir Mencapai 8 Miliar, Operasional PLN Nabire Terganggu
Hingga medio tahun 2018, tunggakan pembayaran rekening listrik di PT PLN Rayon Nabire mencapai hampir 8 Miliar, dan hal itu sangat memberatkan PT. PLN dalam mengelola operasional PLN di kabupaten Nabire.
Hal itu dijelaskan General Manager PT. PLN Rayon Nabire, Mutakim, Minggu 20 Mei 2018.
Dikatakan Mutakim, total tunggakan pembayaran rekening listrik oleh para pelanggan PLN sebesar Rp. 7.704.810.564.- (Tujuh Miliar Tujuh Ratus Empat Juta Delapan Ratus Sepuluh Ribu Lima Ratus Enam Puluh Empat Rupiah.
Akibat tunggakan tersebut, operasional PLN Nabire sangat terganggu khususnya dalam penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta pemeliharaan jaringan.
Persoalan tunggakan ini pun telah dibahas sebelumnya bersama pemerintah kabupaten Nabire dan warga masyarakat, pada acara Customers and Stakeholders Gathering bertempat di Hotel Mahavira 2 Nabire, Selasa 8 Mei 2018 lalu.
Oleh karena itu, selaku pimpinan PLN Nabire, dirinya berharap agar warga Nabire yang menjadi konsumen PLN dan merasa belum melakukan pembayaran atau menunggak, maka segera membayar tunggakan listriknya sebelum 31 Mei 2018.
Jika tunggakan lebih dari 3 bulan, maka pihaknya akan segera melakukan pemutusan dan pembongkaran rampung aliran listrik, dan akan dipasang kembali jika seluruh tunggakan listrik dilunasi.
[Nabire.Net]



Leave a Reply