INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Tuding Aparat Militer, TPNPB Klaim Tembak Andika Harudin di Ilu Puncak Jaya

Tuding Aparat Militer, TPNPB Klaim Tembak Andika Harudin di Ilu Puncak Jaya

Nabire, 13 Februari 2026 – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis siaran pers yang menyebut telah menembak Andika Harudin yang dituding sebagai aparat militer Indonesia.

Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/2/2026), insiden penembakan disebut terjadi di depan pos militer yang berada di ujung bandar udara Ilu pada Kamis, 12 Februari 2026. Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan dalam kondisi kritis dan akhirnya meninggal di RSUD Mulia.

Masih menurut laporan PIS TPNPB, penembakan tersebut diklaim dilakukan oleh pasukan TPNPB dari Batalion 3 Puncak Jaya yang dibantu pasukan dari wilayah Lanny Jaya.

Aksi tersebut disebut sebagai serangan balasan atas gugurnya seorang anggota TPNPB bernama Wirrga Wahlia dalam kontak senjata sebelumnya dengan aparat militer Indonesia.

Selain itu, PIS TPNPB juga melaporkan bahwa situasi di kampung-kampung atau permukiman warga sipil di Distrik Ilu dan wilayah Puncak Jaya secara umum masih berada dalam kondisi siaga.

Disebutkan pula bahwa peningkatan operasi militer Indonesia di sekitar permukiman warga sipil berdampak pada meningkatnya rasa takut masyarakat serta terganggunya aktivitas warga.

Dalam siaran pers tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau aparat militer Indonesia untuk menghentikan operasi militer di wilayah permukiman warga sipil di Tanah Papua, khususnya di daerah yang tidak memiliki akses internet. Mereka juga meminta agar jaringan internet tidak diputus selama operasi militer berlangsung karena dinilai berdampak pada keterbatasan informasi bagi masyarakat sipil.

Siaran pers itu ditandatangani oleh Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM dan menyebutkan jajaran pimpinan Komando Nasional TPNPB-OPM, termasuk Goliath Tabuni.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga sipil, Andika Harudin (41), meninggal dunia usai menjadi korban penembakan oleh OTK di wilayah Ilu, Kamis (12/2/2026).

Korban sempat mendapat perawatan medis hingga dirujuk ke RSUD Mulia, namun nyawanya tidak tertolong.

Kapolres Puncak Jaya, AKBP Achmad Fauzan saat dihubungi Nabirenet Jumat pagi (13/02) mengatakan, jenazah almarhum sudah diterbangkan ke Timika, untuk selanjutnya pihak keluarga yang akan memutuskan.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.