TPNPB Klaim Aparat dan Warga Jadi Korban Insiden di Dogiyai
Dogiyai, 31 Maret 2026 – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan telah menerima laporan dari PIS TPNPB Kabupaten Dogiyai terkait dugaan pembunuhan terhadap seorang aparat militer Indonesia di depan Gereja Ebeneser, Kota Moanemani, Kabupaten Dogiyai, pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIT.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pelaku pembunuhan terhadap aparat militer tersebut belum diketahui. Pihak Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan masih menunggu laporan lanjutan dari pasukan TPNPB Kodap XI Odiyai Dogiyai terkait kronologi kejadian tersebut.
PIS TPNPB juga melaporkan bahwa setelah kejadian tersebut terjadi serangkaian insiden di wilayah Kota Moanemani. Menurut laporan yang sama, operasi darat oleh aparat militer Indonesia dilaporkan berlangsung di wilayah Pasar Moanemani. Dalam peristiwa tersebut, dua pemuda dilaporkan meninggal dunia. Salah satu korban disebut bernama Sipi Tibakoto, sementara satu korban lainnya belum diketahui identitasnya.
Selain itu, PIS TPNPB juga melaporkan adanya operasi militer di Kampung Kimupugi, Distrik Kamu. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa seorang perempuan lanjut usia bernama Ester Pigai, yang disebut berusia sekitar 60 tahun, dilaporkan meninggal dunia di dalam rumahnya.
Hingga sore hari, laporan PIS TPNPB menyebutkan bahwa operasi militer masih berlangsung dari Kota Moanemani menuju sejumlah kampung di Distrik Kamu hingga wilayah perbatasan Kabupaten Deiyai. Aktivitas militer dilaporkan menggunakan kendaraan militer serta pemantauan udara menggunakan drone.
Selain itu, disebutkan pula adanya penangkapan terhadap sejumlah warga sipil di Pasar Moanemani yang membawa alat tajam seperti kapak dan parang, yang menurut laporan digunakan untuk kebutuhan berkebun dan mencari kayu bakar.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dalam pernyataannya menyampaikan kecaman terhadap dugaan insiden yang mengakibatkan jatuhnya korban dari kalangan sipil. Mereka juga mengimbau agar aparat keamanan dan pihak terkait meninggalkan wilayah yang disebut sebagai zona merah.
Saat Nabirenet berupaya mengonfirmasi kebenaran informasi dengan meminta tanggapan dari Polres Dogiyai terkait klaim KOMNAS TPNPB, hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan yang diterima Nabirenet.
[Nabire.Net]


Leave a Reply